IHSG Sepekan Turun 0,12 Persen, Transaksi Harian Anjlok Jadi Rp11,53 Triliun

LIMAPAGI – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penurunan dalam sepekan atau pada periode 10-14 Januari. Meski masih bertahan di zona hijau, indeks turun 0,12 persen menjadi 6.693 dari pekan sebelumnya 6.701.

Sekretaris Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Yulianto Aji Sadono menuturkan, rata-rata frekuensi transaksi bursa selama sepekan naik 5,94 persen menjadi 1.365.875 transaksi dari 1.289.266 transaksi selama sepekan yang lalu. Penurunan sebesar 0,87 persen terjadi pada kapitalisasi pasar Bursa menjadi Rp8.360,735 triliun dari Rp8.433,792 triliun pada pekan lalu.

Baca Juga: Sambut Akhir Pekan, IHSG Menguat 0,53 Persen ke 6.693

"Kemudian, rata-rata volume transaksi harian Bursa mengalami perubahan sebesar 7,87 persen menjadi 18,761 miliar saham dari 20,364 miliar saham pada penutupan pekan lalu," katanya, Sabtu 15 Januari 2022.

Dia melanjutkan, rata-rata nilai transaksi harian bursa mencatatkan penurunan sebesar 13,09 persen menjadi Rp11,531 triliun dari Rp13,267 triliun pada pekan sebelumnya. Investor asing pada Jumat 14 Januari 2022 mencatatkan nilai beli bersih sebesar Rp145,70 miliar dan sepanjang tahun 2022 investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp4,763 triliun.

Baca Juga: IHSG Dibuka Melemah ke 6.653,65

Mengawali pekan ini pada Senin 10 Januari 2022, PT Semacom Integrated Tbk (SEMA) resmi menjadi Perusahaan Tercatat kedua di BEI pada tahun 2022, yang tercatat pada Papan Pengembangan BEI. SEMA bergerak pada sektor Energy dengan sub sektor Alternative Energy. Adapun industri dan sub industri SEMA adalah Alternative Energy Equipment.

Pada pekan ini terjadi pencatatan obligasi dan sukuk perdana di BEI pada tahun 2022, PT Hutama Karya (Persero) menerbitkan Obligasi Berkelanjutan II Hutama Karya Tahap II Tahun 2022 dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Hutama Karya Tahap II Tahun 2022 yang resmi dicatatkan di BEI, Kamis (13/1). Nilai Obligasi yang dicatatkan sebesar Rp1.000.000.000.000,00 dan Sukuk sebesar Rp313.000.000.000,00.

PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) memberikan peringkat idA (Single A) untuk Obligasi sedangkan idAsy (Single A Syariah) untuk Sukuk. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini.

KABAR LAINNYA