Epidemiolog soal Covid-19 Varian Mu Belum Ada di Indonesia: Masalah Waktu Saja

LIMAPAGI – Epidemiolog Universitas Griffith Australia Dicky Budiman mengatakan pemerintah memang belum menemukan kasus Covid-19 varian Mu di Indonesia. Tapi, kemungkinan besar keberadaan Covid-19 varian Mu sudah ada di tengah-tengah masyarkat.

“Walaupun pemerintah belum menyampaikan temuan kasus varian Mu di Indonesia, sekali lagi saya sampaikan, ini masalah waktu saja,” kata Dicky kepada Limapagi, Rabu, 15 September 2021.

Baca Juga: Covid Varian Mu Tidak Lebih Berbahaya dari Varian Delta, Ini Kata Ahli

Kenapa demikian, kata dia karena sulit untuk mencegah mutasi virus Covid-19. Menurutnya mutasi Covid-19 menjadi varian Mu bisa terjadi dari hasil infeksi masyarakat di dalam negeri.

Jadi, virus Covid-19 tidak memerlukan kasus impor untuk bisa bermutasi secara alamiah menjadi berbagai varian. Misalnya, varian Mu yang menurutnya hampir sama dengan Delta yang menyebar dengan cepat dan masif.

Bahkan, kata Dicky, varian MU tujuh kali lebih kuat dalam mengatasi antibodi tubuh yang dihasilkan dari vaksinasi.

“Artinya, tingkat penularan varian itu efektif dan berpotensi melampui keganasan varian Delta,” ujar dia.

Menurut dia dengan adanya varian mutasi virus Covid-19 yang baru bermunculan, artinya Indonesia bakal dihadapkan dengan gelombang baru.

Maka, semua pihak tidak boleh lengah meskipun saat ini pemerintah mengklaim belum menemukan kasus baru terkait varian Mu, mutasi dari Covid-19.

“Kita bakal mengalami gelombang yang lebih besar. Cikal bakalnya, sekarang muncul varian C.1.2, walupun masih prediksi, tetapi, mutasi yang ada di Alpha, Beta, Delta, Gamma ada semua di C.1.2. Jadi potensi menyamai Delta itu ada,” ucapnya.

Baca Juga: Wakil Menteri Kesehatan Klaim Varian Mu Belum Terdeteksi di Indonesia

Salah satu strategi menghadapi kemunculan varian-varian Covid-19 yang baru, menurut Dicky pemerintah harus gencar tracing, testing, dan treatment (3T). Lalu, vaksinasi dan pembatasan aktivitas yang dilaksanakan secara konsisten.

“Apapun variannya, jangan sampai kita melupakan jika harus merespons pandemi ini terus menerus dengan sangat serius,” katanya.

Ahmad Muhajir
Ahmad Muhajir

Graduated from the Institute of Social and Political Sciences (IISIP), majoring in Political Science.

With a minimum of 6 years experiences as a journalist and freelance writer, he really cares about improving the quality of life of the community.

His previous works cover a wide range of topics such as science, technology, public policy, sports, gaming, or e-Sports.

Now at limapagi.id, Ajir is a reporter who focuses on national issues.

KABAR LAINNYA

Discussion about this post

Welcome Back!

Login to your account below

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.