Polri Gerebek Lagi Kantor Pinjol Ilegal di Jakarta, Tujuh Orang Jadi Tersangka

LIMAPAGI - Bareskrim Polri lagi-lagi melakukan penggerebekan yang diduga menjadi kantor sindikat pinjaman online (pinjol) ilegal di tujuh lokasi di kawasan Jakarta. Dalam pengungkapan ini, polisi mengamankan tujuh orang tersangka.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Helmy Santika menyampaikan ketujuh tersangka tersebut di antaranya RJ (42), JT (34), AY (289), HC (28), AL (24), VN (26) dan HH (35). Sedangkan satu orang WNA berstatus buron beriinial ZJ.

Baca Juga: Siap-siap, Pinjol Ilegal Bakal Dibuat Jera oleh Pemerintah

Adapun tujuh lokasi yang digerebek antara lain dua tempat di Cengkareng, Pantai Indah Kapuk, Apartemen Taman Anggrek, Laguna, Pluit dan Green Bay Pluit.

"Tujuh tersangka yang ditangkap ini perannya desk collection dan operator SMS blasting," ujar Helmy, di Mabes Polri, Jakarta, Jumat 15 Oktober 2021.

Menurut Helmy, modus operandi pelaku yakni dengan mengirimkan SMS ancaman dan penistaan kepada peminjam. Padahal, saat itu penagihan belum jatuh tempo atau belum waktunya membayar cicilan.

"Para pelaku mengirimkan SMS yang berisi ancaman kepada peminjam yang menggunakan jasa pinjol yang diduga illegal apabila tidak dapat memenuhi apa yang diminta para pelaku," tuturnya.

Baca Juga: Polisi Tetapkan 3 Orang Sebagai Tersangka Kasus Pinjol Ilegal di Green Lake City

Selain mengamankan para tersangka, polisi juga menyita barang bukti berupa 121 unit modem, 17 unit CPU, 8 unit layar monitor, 8 unit laptop, 13 unit telepon seluler, 1 box sim card baru, dan 2 unit flashdisk.

Atas perbuatannya, para tersangka akan disangkakan dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan UU Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TTPU). Ancaman hukumannya berupa penjara paling lama 20 tahun dan denda Rp10 miliar.

KABAR LAINNYA

Discussion about this post