Legislator Eks Pengguna Narkoba di DPRD Makassar Didaulat Duta Anti Narkoba

LIMAPAGI - Anggota DPRD Kota Makassar yang sempat berurusan dengan hukum akibat penyalahgunaan narkotika, Rachmat Taqwa Quraisy (RTQ), didaulat menjadi duta anti narkotika dari Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Selatan(Sulsel). Rahmat dinilai aktif mensosialisasikan bahaya dari penyalahgunaan narkotika.

Kabid Rehabilitasi BNNP Sulsel Sudaryanto membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan bahwa, Rachmat Taqwa merupakan mantan penyalahguna narkoba. Namun, kini ia tak lagi menyentuh barang haram itu, malahan dia aktif sosialisasi terkait bahaya narkoba.

"Beliau (RTQ) eksis melakukan kegiatan-kegiatan dalam upaya menuju bersih narkoba. Kemana-mana sebagai bentuk role model sebagai mantan pengguna yang memberikan contoh kepada masyarakat," kata Sudaryanto kepada Limapagi, Kamis 29 Juli 2021.

BACA JUGA : Ratusan Pasien Covid-19 Ikut Program Isolasi Apung Makassar

Rachmat Taqwa sebelumnya terlibat dalam kejahatan narkoba. Dia ditangkap anggota Tim Elang Satuan Narkoba Polrestabes Makassar di rumahnya, Jalan Barukang 2, Nomor 37, Kecamatan Ujung Tanah, Kota Makassar, Sulsel, Selasa 20 Agustus 2019, sekitar pukul 00.30 Wita. Saat itu, Rachmat masih sebagai calon legislatif (caleg) terpilih DPRD Makassar tahun 2019-2024.

Akibat perbuatannya itu, legislator PPP dari Dapil II dan juga selaku ketua dari Angkatan Muda Kabbah tersebut, divonis sembilan bulan rehabilitasi oleh Majelis Hakim di Pengadilan Negeri Makassar. Dan selanjutnya dieksekusi rehabilitasi sosial atau rawat jalan di Lembaga Persaudaraan Korban Napza Makassar (L-PKNM), Jalan Inspeksi Kanal Borong Raya, Perumahan Puri Taman Sari, Kota Makassar, Sulsel.

Setelah menjadi proses hukum, RTQ dinilai mulai berubah drastis. Dia tidak lagi terjun di dunia narkoba tersebut. Melainkan, RTQ melakukan berbagai kegiatan menuju persyaratan menjadi relawan anti narkoba menuju lokasi bersih narkoba.

"Persyaratan menjadi relawan narkoba, memang sudah dilakukan, termasuk dalam pantauan pribadinya bersih dari pemakaian narkoba lagi, maka boleh dikukuhkan sebagai relawan anti narkoba," tegasnya.

Sudaryanto menegaskan, kegiatan Rahmat Taqwa usai menjalani rehabilitasi, sangat membantu aparat penegak hukum untuk menekan angka penyebaran narkoba. Dan bahkan, lanjut Sudaryato, kegiatan Rahmat melebihi dari tugas relawan anti narkoba.

"Tetapi sesungguhnya, beliau (RTQ) sudah melakukan lebih dari tugas relawan anti narkoba," katanya. Kendati demikian, acara penyerahan sertifikat sebagai Relawan Anti Narkoba dari BNNP belum dilakukan."Belum, BNNP masih meneliti prosesnya," pungkasnya.

KABAR LAINNYA

Discussion about this post