Hal yang Sebaiknya Dihindari saat Mengendarai Mobil di Tengah Hujan Deras

LIMAPAGI - Satu kesalahan kecil bisa mengakibatkan kecelakaan saat hujan turun. Kondisi jalan yang licin berpotensi membentuk genangan air sehingga terjadi aquaplaning.

Tak hanya itu, jarak pandang yang buruk lantaran derasnya hujan juga sangat berbahaya bagi pengendara. Maka itu, pengemudi perlu menjaga kewaspadaan saat berkendara di musim hujan.

"Sebaiknya menghindari beberapa kesalahan kecil yang berujung fatal," kata Nur Imansyah Tara, Aftersales Division Head Auto2000 melalui siaran tertulis kepada Limapagi, Selasa, 29 Juni 2021.

Apa saja hal yang sebaiknya dihindari saat memutuskan mengemudi di kondisi hujan deras? Berikut penjelasannya.

1. Tidak Menjaga Kondisi Ban
Ban merupakan komponen mobil yang sangat penting karena hanya ban yang melakukan kontak langsung dengan jalan. Oleh karenanya, pastikan kondisi ban dengan memeriksa tekanan angin, telapak, alur, dan dinding ban dari potensi aus dan rusak.

2. Tidak Memeriksa Komponen Mobil
Selain ban, masih ada komponen mobil lain yang wajib diperiksa seperti lampu dan wiper, termasuk cairan pembersih kaca. Lampu depan, sein maupun lampu rem yang tidak berfungsi dengan baik justru mengganggu pandangan.

3. Tidak Mengukur Kemampuan Mobil
Mengemudi mobil di jalan basah akibat hujan tidak bisa disamakan dengan mengemudi di jalan kering. Sangat dianjurkan untuk mengurangi kecepatan mobil agar lebih mudah memantau kondisi sekitar dan mengendalikan mobil kala melewati genangan air.

4. Tidak Menjaga Perilaku Berkendara
Saat hujan turun, kinerja komponen penting seperti rem dan ban akan menurun drastis. Jangan terpancing emosi dengan melakukan manuver berbahaya seperti memacu mobil atau pindah jalur tiba-tiba.

Bila kondisi jalan macet, kesabaran pengemudi juga akan diuji supaya tetap tenang dan tidak melakukan tindakan yang merugikan banyak pihak.

5. Tidak Waspada Melewati Genangan Air
Jaga kewaspadaan dan kurangi kecepatan ketika melalui genangan air. Perhatikan baik-baik mobil di depan dan tidak melakukan pengereman mendadak.

6. Menyalakan Lampu Hazard
Lampu hazard hanya dipakai saat berhenti di kondisi darurat seperti di bahu jalan tol untuk mengganti ban yang bocor. Cukup nyalakan lampu senja atau fog lamp waktu hujan turun.

Jika pandangan terbatas, bisa dibantu lampu utama. Lampu hazard justru mengganggu pandangan dan membuat bingung pengguna jalan lain jika digunakan tidak semestinya.

7. Tidak Rutin Servis Berkala
Servis berkala memastikan seluruh komponen mobil dapat berfungsi optimal, temasuk saat hujan turun. Selain itu, spare parts yang sudah waktunya diganti karena usia pakai, aus atau rusak akan diganti dengan yang baru untuk menjaga kinerja mobil.

KABAR LAINNYA

Discussion about this post