Alasan Jokowi Setop Ekspor Bahan Mentah: Ingin Buang Warisan Zaman VOC

LIMAPAGI - Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak ingin Indonesia terus bergantung kepada bahan mentah untuk komoditi ekspor. Jokowi menegaskan kebiasaan sejak zaman Vereenigde Oostindische Compagnie atau VOC itu harus diubah.

VOC merupakan kongsi yang memonopoli aktivitas perdagangan di Asia. VOC hidup saat Belanda menjajah Indonesia.

Jokowi mengatakan, pemerintah berkomitmen menghapus kebiasaan zaman VOC tersebut untuk membangun kemandirian dan memperkokoh kepemimpinan Indonesia di masyarakat internasional.

"Hilirisasi industri, industriliasisasi, akan terus ditingkatkan. Karena kita tidak ingin sejak VOC kita selalu mengirim bahan-bahan mentah, mengirim raw material ke luar negeri. Untuk menghasilkan nilai tambah dan membuka lapangan kerja yang seluas-luasnya, sejak 2020 telah kita setop ekspor nikel bahan mentah," ujar Jokowi dalam pidato sambutan di acara HUT ke-49 PDIP yang disiarkan langsung di kanal YouTube PDI Perjuangan, Senin, 10 Januari 2022.

Baca Juga: Jokowi di HUT PDIP: Bu Megawati, Dana Desa Terus Naik dari Rp21T Jadi Rp72T

Komitmen itu terus dipertegas pemerintah dengan melarang sejumlah komoditi bahan mentah lainnya untuk ekspor.

Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut memprediksi, dampak dari hilirisasi industri itu akan sangat besar. Selain membuka lapangan pekerjaan, lanjut dia, bakal memberikan nilai tambah yang tidak sedikit.

"Tahun ini segera juga akan kita setop ekspor bahan mentah bauksit, tahun depan juga kita akan setop ekspor bahan mentah tembaga," tuturnya.

Baca Juga: HUT ke-49 PDIP, dari Jokowi, Puluhan Menteri Hingga Ahok Hadir

Dampaknya kini dirasakan pada ekspor nikel. Setelah menyetop bahan mentah dan menggantinya dengan barang setengah jadi atau bahan jadi, Jokowi mengklaim ekspor nikel naik dari Rp25 triliun menjadi Rp280 triliun.

"Eskpor (nikel) kita sudah mencapai USD21 miliar atau kurang lebih hampir Rp280 triliun," ujarnya.

Baca Juga: Survei SMRC: Prabowo Teratas Dipepet Ganjar, Elektabilitas Ada yang Stagnan

Jokowi mengatakan pemerintah telah membuat daftar larangan komoditi bahan mentah untuk ekspor lainnya yang diprediksinya akan membuahkan hasil positif seperti pada nikel.

"Lompatan yang sangat besar inilah yang ingin kita lakukan untuk bahan-bahan mineral yang kita miliki. Baik itu nikel, bauksit, tembaga, timah, maupun emas dan lain-lainnya," tandasnya.

KABAR LAINNYA