Deretan Bangsa Pengguna Ivermectin untuk Covid-19: Dari Eropa sampai Afrika

LIMAPAGI - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyetujui penggunaan Ivermectin untuk pengidap Covid-19. Pemerintah Indonesia mengambil kebijakan ini karena merujuk negara-negara di berbagai belahan benua.

Kepala BPOM, Penny Lukito, mengatakan masyarakat bisa mendapatkan akses obat Ivermectin untuk Covid-19. Namun, penggunaannya harus berdasarkan resep dokter karena tergolong obat keras.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, mengapresiasi langkah BPOM yang memberikan lampu hijau soal penggunaan Ivermectin untuk Covid-19.

Erick memastikan bakal memproduksi Ivermectin hingga 4,5 juta butir. Produksi bisa terus ditingkatkan seiring dirilisnya hasil uji klinis oleh BPOM.

"Bicara mengenai Ivermectin, kami sudah siapkan produksi sebesar 4,5 juta. Nah ini kalau memang ternyata baik untuk kita semua, tentu produksi ini akan kita genjot," kata Erick di Jakarta, Senin 28 Juni 2021.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sejatinya tidak merekomendasikan Ivermectin. Alasannya lantaran belum ada bukti ilmiah yang otentik untuk pengobatan Covid-19.

Akan tetapi, berbagai bangsa dari Eropa hingga Afrika setidaknya telah menggunakan Ivermectin dalam pengobatan Covid-19. Dikutip dari Pharmacy Magazine dan BBC, Selasa, 29 Juni 2021, berikut setidaknya deretan bangsa pengguna Ivermectin untuk Covid-19.

Eropa

(ANTARA FOTO/REUTERS/Gonzalo Fuentes) Ilustrasi.

Yunani, Republik Ceko, Macedonia, Bulgaria, dan Slovakia, merupakan negara-negara dari Eropa yang menggunakan Ivermectin untuk Covid-19. Bahkan, Slovakia menjadi negara pertama dari Benua Biru yang meresmikan penggunaan Ivermectin bagi pengidap virus corona pada Januari 2021.

Adapun Republik Ceko melalui Institut Negara untuk Pengawasan Obat telah menginfokan kepada publik terkait distribusi sementara Ivermectin, pengeluaran, pengguaannya untuk Covid-19.

Kendati demikian, Badan Obatan-obatan Eropa (EMA) belum mengizinkan Ivermectin sebagai obat resmi Covid-19 karena belum ada uji klinis yang memadai.

India

(ANTARA FOTO/REUTERS/Gonzalo Fuentes) Ilustrasi.

Tsunami Covid-19 menghantam India. Pemerintah setempat pun bakal menggunakan Ivermectin dalam menanggulangi wabah tersebut.

Setidaknya dua negara bagian di India yang bakal lebih dulu menggunakan Ivermectin, yakni Goa dan Uttarakhand. Goa mengizinkan penggunaan Ivermectin untuk paseien di atas 18 tahun.

Adapun Uttarakhand mengumumkan penggunaan obat keras ini bagi warga di atas usia dua tahun.  

Amerika Latin

(ANTARA FOTO/REUTERS/Brendan McDermid) Ilustrasi.

Sejumlah negara Amerika Latin mulai beralih dari vaksin ke Ivermectin untuk pengobatan Covid-19. Peru, Bolivia, hingga Guatemala merupakan beberapa bangsa yang menggunakan obat cacing tersebut.

Bahkan, belakangan permintaan Ivermectin melonjak di negara-negara Amerika Latin tersebut. Harganya yang tergolong murah menjadi salah satu alasan Ivermectin diburu khalayak.

Kepolisian Peru pun sempat menyita 20.000 ribu Ivermectin dari pasar gelap. Salah satu Universitas di Peru lantas bakal memproduksi Ivermectin dalam jumlah besar untuk didistribusikan ke masyarakat.

Afrika Selatan

(ANTARA FOTO/REUTERS) Ilustrasi.

Sejumlah dokter telah meresepkan Ivermectin ke pasien Covid-19 di Afrika Selatan. Tenaga kesehatan itu berdalih telah melihat bukti Ivermectin yang bekerja efektif dalam mengobati pengidap virus corona.

Akan tetapi, penggunaan Ivermectin masih polemik di Afrika Selatan. Pemerintah setempat pun belum memberikan izin terhadap penggunaan Ivermectin ke pasien Covid-19.

Sebagian ahli medis lantas mendesak pemerintah Afrika Selatan untuk memberikan lampu hijau kepada Ivermectin, mengingat potensi wabah yang bakal meningkat.

KABAR LAINNYA

Discussion about this post