Turunkan Emisi Gas Rumah Kaca, DEN Dorong Energi Rendah Karbon

LIMAPAGI - Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Satya Widya Yudha memastikan kebijakan energi rendah karbon menjadi komitmen pemerintah dalam menurunkan angka emisi gas rumah kaca skala nasional dalam sembilan tahun ke depan.

"Untuk mendorong hal itu perlu mengembangkan teknologi agar energi fosil bisa ramah lingkungan dengan teknologi carbon capture pada minyak dan gas bumi. Pada batu bara dengan coal gasification dan coal liquefaction," kata Satya dalam keterangannya di Jakarta, Selasa 29 Juni 2021.

Penerapan carbon capture mampu mengurangi emisi gas rumah kaca secara masif serta meningkatkan produksi minyak dan gas bumi. Teknologi itu merupakan rangkaian pelaksanaan proses mulai dari pemisahan dan penangkapan karbon dioksida dari sumber emisi gas buang, pengangkutan karbon dioksida tersangka menuju tempat penyimpanan, dan penyimpanan ke tempat aman.

Beberapa produk yang dapat dihasilkan dari kegiatan carbon capture antara lain hidrogen, amonia, besi, baja, dan semen. Sementara itu, teknologi gasifikasi merupakan proses konversi batu bara menjadi produk gas salah satunya dimetil eter yang dapat digunakan untuk bahan bakar maupun bahan baku industri kimia.

Adapun teknologi likuifaksi adalah proses konversi batu bara menjadi produk cair sebagai bahan bakar kerosin dan solar.

“Komitmen nasional terkait perubahan iklim yaitu menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 29 persen dengan kemampuan sendiri dan 41 persen dengan bantuan internasional pada tahun 2030 sesuai Nationally Determined Contribution," ujarnya.

Dia menambahkan, secara paralel perlu mendorong pengembangan energi baru terbarukan (EBT) karena potensinya yang besar, dan memerlukan dukungan teknologi agar harga energi bersih itu semakin kompetitif.

KABAR LAINNYA

Discussion about this post