Target Produksi BEV pada 2030 di Indonesia 600 Ribu Unit untuk Roda 4

LIMAPAGI - Indonesia telah siap untuk memasuki era kendaraan listrik. Tekad ini diperkuat melalui penerbitan Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai untuk Transportasi Jalan.

"Rencana Pengembangan Industri Nasional (RIPIN), prioritas pengembangan industri otomotif periode 2020 – 2035 adalah kendaraan listrik beserta komponen utamanya seperti baterai, motor listrik, dan inverter," kata Agus Gumiwang Kartasasmita Menteri Perindustrian melalui siaran pers, Selasa, 19 Oktober 2021.

Baca Juga: Indonesia Mampu Mendukung Rantai Pasokan Baterai untuk Kendaraan Listrik

Menperin menambahkan, pemerintah telah menetapkan peta jalan pengembangan industri Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) melalui Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 27&Tahun 2020 tentang Spesifikasi Teknis, Roadmap EV dan Perhitungan Tingkat Kandungan Lokal Dalam Negeri (TKDN).

"Regulasi ini berfungsi sebagai petunjuk bagi stakeholder&industri otomotif terkait strategi, kebijakan dan program dalam rangka mencapai target Indonesia sebagai basis produksi dan ekspor hub kendaraan listrik," ujarnya.

Menurut Agus, untuk menciptakan ekosistem dalam pengembangan kendaraan listrik, diperlukan keterlibatan dari para pemangku kepentingan yang meliputi industri otomotif, produsen baterai, dan konsumen. Bahkan, diperlukan pilot project&serta ketersediaan infrastruktur seperti charging station.

Pemerintah sendiri menargetkan produksi BEV (Battery Electric Vehicle) pada 2030 dapat mencapai 600 ribu unit untuk&roda 4 atau lebih. Sementara untuk kendaraan roda dua sebanyak&2,45 juta unit.

"Produksi kendaraan listrik diharapkan mampu menurunkan emisi CO2 sebesar 2,7 juta ton untuk roda 4 atau lebih dan sebesar 1,1 juta ton untuk roda 2," sebut Menperin.

KABAR LAINNYA

Discussion about this post