Niat Wawancara Bos Geng Kriminal, 2 Wartawan Tewas Ditembak Musuh Narasumbernya

LIMAPAGI - Amady John Wesley dan Wilguens Louissaint gagal mewawancarai salah satu bos geng kriminal di Haiti. Kedua wartawan itu dibunuh musuh dari narasumber yang akan diwawancarai.

Nyawa kedua wartawan lokal itu meregang ditembak anggota geng di area Laboule 12, pinggiran Kota Port-au-Prince. Wilayah tersebut dikenal rawan dan diperebutkan sindikat kriminal bengis.

Baca Juga: Iran Bakal Balas Dendam Jika Donald Trump Tak Diseret ke Meja Hijau

Polisi menyebutkan, Wesley berprofesi sebagai wartawan di stasiun radio Ecoute FM dan Louissaint merupakan reporter lokal. Terdapat satu wartawan lain yang berhasil kabur saat serangan terjadi.

Ecoute FM dalam pernyataannya menggambarkan pembunuhan itu sebagai perilaku barbar. "Kami mengutuk keras tindakan kriminal dan barbar itu," kata Direktur Penyiaran Ecoute FM, Francky Attis, dikutip dari Metro.co.uk, Jumat, 7 Januari 2022.

Baca Juga: Tak Ada Kepastian di RI, Pengungsi Rohingya dan Afghanistan Alami Stres

Menurut Attis, pembunuhan tersebut merupakan kejahatan serius. Termasuk mengancam kinerja para wartawan yang dilindungi undang-undang Haiti. Dia meminta Pemerintah Haiti meresponsnya.

Ecoute FM yang memiliki kantor pusat di Montreal, Kanada, meminta Pemerintah Haiti bertanggung jawab menciptakan kondisi aman agar wartawan terlindungi dalam menjalankan kinerja jurnalistik dan masyarakat dapat tenang saat beraktivitas.

Baca Juga: Pecah! Covid-19 Amerika Serikat Tembus 1 Juta Kasus

Banyak geng kriminal di Haiti baru-baru ini bersiteru ingin memperluas wilayah kekuasaannya keluar dari Port-au-Prince yang kumuh dan miskin. Area Laboule 12 menjadi salah satu yang diperebutkan secara sengit beberapa geng kriminal bersenjata.

Laboule 12 diperebutkan lantaran jalur alternatif menuju bagian selatan wilayah Haiti, selain dari jalan utama yang berada di bawah kekuasaan salah satu geng paling kuat di Haiti sejak Juni 2021.

KABAR LAINNYA