Kasus Ayah Perkosa 3 Anak di Lutim Kembali Dibuka, Begini Kesyukuran Sang Ibu

LIMAPAGI- Ibu dari tiga anak yang menjadi korban rudapaksa oleh ayah kandungnya sendiri di Luwu Timur(Lutim) Sulsel, menaruh harapan besar kasus yang menimpa anaknya bisa segera mendapatkan keadilan.

Harapan yang sudah hampir sirnah itu setelah dua tahun kasus tersebut diputus untuk dihentikan oleh Polres Lutim kembali muncul, setelah Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) memastikan telah membuka kembali proses penyelidikan kasus anaknya.

RS, ibu dari ketiga korban pemerkosaan, mendengar kabar itu mengaku bersyukur jika Polri melirik kasus ini dan memutuskan untuk kembali dilanjutkan berdasarkan temuan yang diperoleh dari hasil visum.

"Alhamdulillah, ini harapan saya kasus dibuka kembali agar kebenaran dan keadilan bisa ditegakkan. Tak henti-hentinya saya mohon doa dan dukungan untuk ketiga anak saya,"tutur RS, Jumat(15/10).

Baca Juga : Polri Buka Kembali Kasus Ayah Perkosa 3 Anak di Luwu Timur, Ini Alasannya

Apalagi dengan banyaknya informasi bohong yang belakangan berkembang dan tersebar di media-media sosial terkait kasus anaknya, menambah pilu hati RS. Dimana tidak sedikit orang yang menghina dan menganggap dirinya mengalami gangguan jiwa.

"Banyak sekali berita di medsos yang tidak sesuai fakta, mengapa orang-orang mudah sekali di doktrin dan lebih percaya dengan pembelaan pelaku ketimbangan omongan mulut anak kecil yang lugu,"sesal RS.

Bahkan hingga saat ini dikatakan RS, ketiga anaknya masih syok menyusul kasus yang dialami anaknya menjadi viral di media sosial, sehingga membuat orang-orang berdatangan."Sementara kami menenangkan diri dulu, karena banyak tamu yang pengen ketemu, jadi semuanya saya serahkan ke kuasa hukum,"terangnya.

Sebelumnya Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Hubungan Masyarakat Polri Komisaris Besar Polisi Ahmad Ramadhan mengatakan kasus ini dibuka kembali karena penyidik menemukan ada perbedaan dari hasil visum tiga anak tersebut.

"Penyidik telah membuat laporan polisi model A tertanggal 12 oktober 2021, perihal adanya dugaan pencabulan anak di bawah umur. Itu ditulis pelaku dalam proses lidik," ujar Ramadhan dalam keterangannya, Jumat, 15 Oktober 2021.


&

KABAR LAINNYA

Discussion about this post