Pemda di Sulsel Punya Program Khusus Tekan Jumlah Stunting

LIMAPAGI - Pemerintah Kota Makassar dan Kabupaten Gowa di Sulawesi Selatan memiliki sejumlah program khusus dalam menekan angka prevalensi stunting atau anak tumbuh kerdil. Apalagi, dua daerah ini masih menjadi daerah lokus penanganan stunting pemerintah provinsi yang masuk dalam program prioritas daerah.&

Belum lagi persoalan stunting masih menjadi isu nasional. Seperti pada perayaan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-28 Tahun.&

Walikota Makassar Moh. Ramdhan Pomanto menargetkan pada 2024 mendatang prevalensi stunting berada pada angka zero atau nol. Upaya yang akan dilakukannya pun dengan mengaktifkan kembali program lorong serta mensinergikan dengan program Makassar Recover.&

"Kami akan menekan stunting sekecil mungkin dari berbagai arah kebijakan, termasuk persiapan ibunya, remaja putrinya, vaksinasinya bayi dan anak anaknya pada usia 12 hingga 18 tahun. Ini akan dilakukan secara komprehensif dari berbagai sudut," katanya di Makassar, Sulsel, Selasa, 29 Juni 2021.

Lanjutnya, keterlibatan detektor dalam program Makassar Recover ini akan masuk ke seluruh pelosok Kota Makassar untuk memberikan pemahaman bagi calon ibu dalam memenuhi gizi mereka. Hal ini akan disinergikan dengan gerakan Suplemen Gizi Untuk Rakyat (Sugiura) pada program Makassar Recover.&

Danny menyebutkan, saat ini angka stunting Makassar sekitar 8,37 persen dibandingkan nasional yakni 14 persen. Meski demikian, pemerintah akan terus menerus melakukan upaya pencegahan stunting dengan langkah dan prosedur yang lebih tepat sasaran.&

"Ada yang sudah kita lampaui 100 persen, rata-rata 95 persen, walaupun masih ada yang 20 persen kita akan benahi. Penanganan stunting di Makassar akan berbasis keterlibatan masyarakat, berbasis lorong, dan berbasis keluarga utamanya ibu dan anak," kata Danny.

Sama halnya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Gowa. Dimana pemerintah berhasil menekan angka stunting dengan melibatkan sejumlah SKPD, hingga TP PKK kabupaten.&

Berdasarkan data yang ada kondisi stunting di Kabupaten Gowa mulai mengalami penurunan yang signifikan setiap tahunnya. Dimana pada 2018 prevalensi stunting berada di angka 40,50 persen, kemudian di 2019 menurun di 36,90 persen, selanjutnya pada 2020 berada di angka 6,26 persen.&

Kepala Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Gowa Sofyan Daud mengatakan, sesuai dengan tupoksi PPKB dalam penanganan stunting, pihaknya aktif memberikan penyuluhan dan sosialisasi khususnya mengenai 1000 hari pertama kehidupan (HPK).&

"Di lapangan kami memiliki kader sub ppkbd yang aktif memberikan edukasi kepada ibu hamil dan ibu yang memiliki balita dengan melakukan kunjungan rumah atau lewat posyandu untuk memberikan pengetahuan asupan gizi yang cukup agar tidak mengalami stunting," katanya.&

Selain itu, melalui program Bina Keluarga Balita. Dimana program tersebut menyasar bagi keluarga yang memiliki balita untuk diberikan pengetahuan kepada orangtua bagaimana memberikan pola asuh yang baik dalam proses tumbuh kembang anak.

KABAR LAINNYA

Discussion about this post