Harga Minyak Mentah Naik Nyaris 2 Persen

LIMAPAGI - Harga minyak naik sekitar dua persen pada akhir perdagangan Kamis, 6 Januari 2022 waktu setempat. Kenaikan tersebut memperpanjang reli di tahun baru ini.

Kenaikan tersebut di tengah meningkatnya kerusuhan di produsen minyak OPEC+ Kazakhstan. Selain itu, pemadaman pasokan di Libya dan setelah laporan menunjukkan peningkatan produksi terbatas di produsen utama dunia.

Baca Juga: Makin Mahal, Harga Minyak Mentah Dibanderol USD80,8 per Barel

Mengutip antaranews, Kamis, 7 Januari 2022, harga Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari bertambah USD1,61 atau hampir 2,1 persen, menjadi menetap di USD79,46 per barel di New York Mercantile Exchange. Minyak mentah Brent untuk pengiriman Maret, naik USD1,19 atau 1,5 persen, menjadi ditutup di USD81,99 per barel di London ICE Futures Exchange.

Pergerakan harga minyak terjadi setelah survei Bloomberg menunjukkan bahwa Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) menambahkan hanya 90.000 barel per hari pada Desember, karena peningkatan produksi oleh Arab Saudi diimbangi oleh pengurangan produksi di Libya dan Nigeria.

OPEC dan sekutunya, yang secara kolektif dikenal sebagai OPEC+, sedang melepas rekor pengurangan produksi yang diberlakukan pada tahun 2020, karena permintaan dan harga pulih dari kemerosotan yang disebabkan oleh pandemi.

Aliansi minyak mengatakan pada Selasa (4/1/2022) setelah pertemuan melalui konferensi video bahwa mereka akan tetap pada rencana untuk meningkatkan produksi minyak sebesar 400.000 barel per hari pada Februari.

Investor juga semakin khawatir atas kerusuhan di Kazakhstan, negara non-OPEC yang berpartisipasi.

"Situasi politik di Kazakhstan menjadi semakin tegang. Dan ini adalah negara yang saat ini memproduksi 1,6 juta barel minyak per hari," kata Barbara Lambrecht, analis energi di Commerzbank Research, Kamis (6/1/2022) dalam sebuah catatan.

Baca Juga: Berharap Permintaan Naik, Harga Minyak Mentah Melonjak di Atas 1 Persen

Rusia mengirim pasukan terjun payung ke Kazakhstan untuk membantu memadamkan pemberontakan di seluruh negeri setelah kekerasan mematikan menyebar di bekas negara Soviet yang dikontrol ketat itu. Tidak ada indikasi bahwa produksi minyak di Kazakhstan telah terpengaruh sejauh ini.

Sementara itu, di Libya produksi minyak berada pada 729.000 barel per hari, National Oil Corp mengatakan, turun dari tertinggi lebih dari 1,3 juta barel per hari tahun lalu, karena pemeliharaan dan penutupan ladang minyak.

KABAR LAINNYA