Viral Video Putri Rahmat Effendi, KPK: Wajar Anak Bela Orang Tua

LIMAPAGI - Putri Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, Ade Puspitasari, tengah menjadi perbincangan publik. Hal ini tak lepas dari pernyataannya yang tak terima sang ayah ditangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dalam video yang kemudian viral di media sosial itu, ade yang juga Ketua DPD Golkar Bekasi, menyebut ayahnya tak layak disebut operasi tangkap tangan (OTT). Pasalnya, KPK tak membawa bukti uang dari lokasi.

Dia pun sesumbar, banyak saksi yang menyaksikan bagaimana Rahmat Effendi dibawa petugas KPK.

Baca Juga: KPK Tetapkan 9 Orang Tersangka Suap, Termasuk Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi

"KPK hanya membawa badan pak wali, tidak membawa uang sepersen pun," kata Ade dalam video itu.

Ade lantas mengatakan, saat ini "kuning" sedang diincar. Kata Kuning itu identik dengan Partai Golkar yang menaungi Rahmat Effendi.

"Kita tahu sama tahu siapa yang mengincar kuning," tuturnya.

Menanggapi pernyataan Ade Puspitasari, KPK bisa memaklumi. KPK menilai wajar apa yang dilakukan anggota DPRD Jawa Barat tersebut.

"Anak membela orang tua itu biasa, KPK tak terkejut dan memahami pembelaan putri RE," ujar Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron, seperti dilansir dari Antara.

Terkait ada dugaan tindakan KPK dikaitkan dengan ranah politik, Ghufron kembali bisa memahami. Namun, dia menegaskan KPK bertikdan berdasarkan fakta dan dasar hukum.

Baca Juga: Kena OTT KPK, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi Berharta Rp6,3 Miliar

Dia justru mengimbau pihak keluarga Rahmat Effendi untuk melakukan pembelaan dan pembuktian di ranah hukum, yakni pengadilan.

"Walau tidak dapat menghalangi, tapi kami mengimbau agar menghentikan politisasi penegakan hukum. Silakan bela secara hukum, itu akan lebih berarti," tuturnya.

Seperti diketahui, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi di-OTT KPK pada Rabu, 5 Januari 2022 pukul 14.00 WIB. Dalam OTT tersebut, KPK juga mengamankan uang miliaran rupiah.

Selain Bang Pepen, KPK juga menciduk aparatur sipil negara (ASN) dan pihak swasta. Total, ada 14 orang yang diamankan dalam OTT tersebut.

KABAR LAINNYA