Dua orang Meninggal Satu Hilang Akibat Banjir Bandang Jember

LIMAPAGI - Banjir bandang akibat hujan deras yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur, pada Minggu sore, 9 Januari 2022 mengakibatkan dua korban meninggal dunia dan satu orang hilang.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Heru Widagdo menyebut, di Kecamatan Panti, banjir bandang menyebabkan dua orang terseret arus sungai di Desa Kemiri dan satu orang meninggal dunia di Desa Suci.

"Di Kecamatan Panti ada dua orang yang terbawa arus sungai yang cukup deras di Desa Kemiri akibat tingginya curah hujan," katanya dikutip dari Antara Minggu, 10 Januari 2022.

Ia menyebut, dua warga yang terseret arus banjir yakni atas nama Sirat (50) yang ditemukan meninggal dunia dan istrinya Suliha (47) yang masih belum ditemukan.

Baca Juga : Gempa Bumi M 5.0 Guncang Sulawesi Tengah

Selain itu terdapat satu korban bernama Jamaludin (54), warga Desa Suci, meninggal dalam keadaan kedinginan.

Tak hanya korban jiwa, kata Heru, dampak banjir bandang menyebabkan sedikitnya 440 rumah tergenang dan berdampak pada 1.668 warga.

Ia merinci, banjir berdampak pada 392 rumah yang dihuni oleh 1.496 orang, termasuk 18 balita dan 15 orang lanjut usia, di Kelurahan Kaliwates, Sempursari, dan Mangli di Kecamatan Kaliwates.

Banjir bandang juga menyebabkan mushola, tempat usaha, dan jalan perumahan tergenang di Kecamatan Kaliwates. "Serta ada dua warga yang mengungsi ke rumah saudaranya (karena banjir)," katanya

Baca Juga : Fenomena Aphelion Sebabkan Cuaca Dingin, Ini Penjelasan BMKG

Selain Kecamatan Kaliwates, banjir juga berdampak di Kecamatan Rambipuji. Sebanyak 48 rumah yang dihuni oleh 172 orang dan dua mushola di Desa Rambipuji dan Desa Rambigundam tergenang.

Heru mengemukakan bahwa banjir bandang yang terjadi di wilayah-wilayah kecamatan itu terjadi karena hujan lebat menyebabkan air meluap dari Sungai Semangir.

"Sungai Semangir tidak bisa menampung debit air, sehingga meluap ke permukiman warga dengan ketinggian air 100 sampai 130 cm dengan membawa material lumpur," katanya.

KABAR LAINNYA