Ketahui 6 Mitos dan Fakta Tentang Google

LIMAPAGI - Google merupakan perusahaan teknologi multinasional Amerika yang menyediakan berbagai layanan di internet, mencakup teknologi periklanan online, mesin telusur, komputasi cloud, perangkat lunak, dan perangkat keras.

Sebagian besar orang di dunia menggunakan Google untuk mencari informasi yang dibutuhkan. Kendati demikian, masih banyak pengguna yang belum mengetahui lebih banyak mengenai Google.

Berikut adalah rangkuman mitos dan fakta terkait Google yang perlu Anda ketahui.

1. Mitos: Google tidak mau membayar penerbit berita
Fakta: Dengan memilih menggunakan layanan iklan Google, penerbit berita menerima sebagian besar pendapatan yang dihasilkan. Setiap tahun Google membayarkan miliaran dolar langsung kepada partner penerbit berita di jaringan iklannya (Google Ads).

2. Mitos: Pengguna Google harus membayar untuk link
Fakta: Kemampuan untuk menautkan link antar-situs dengan bebas adalah bagian fundamental dari internet. Pengguna tidak perlu membayar untuk mencantumkan hyperlink di dalam email, situs dan search engine.

Keharusan membayar bisa menjadi preseden buruk dan menguntungkan sekelompok konten (yaitu konten dari penerbit berita) dibandingkan yang lain, sehingga merusak Google Search.

3. Mitos: Google menghasilkan banyak uang dari konten berita
Fakta: Google tidak menghasilkan uang dari Google News. Situs berita hanyalah sebagian kecil dari informasi yang ada di internet.

Dalam setahun terakhir, kueri terkait berita di Google Search berjumlah kurang dari 2% dari total kueri di Google Search secara global. Google tidak menayangkan iklan atau menghasilkan uang dari penelusuran pengguna.

Selain itu Google juga tidak menjalankan iklan di Google News atau tab hasil berita di Google Search.

Mesin pencarian digital tersebut hanya menampilkan iklan di situs web, aplikasi, dan video milik organisasi berita yang menggunakan platform periklanan Google (Google Ads).

4. Mitos: Google mencuri konten penerbit berita
Fakta: Google tidak menampilkan artikel berita secara penuh dan hanya menautkan pengguna ke konten berita teratas, seperti entri Wikipedia, blog pribadi, atau situs bisnis terkenal.  

Organisasi berita bisa memilih untuk tidak disertakan dalam tampilan teratas Google, serta mengizinkan link tetapi tidak dengan pratinjaunya, dan banyak lagi.

5. Mitos: Google mengambil sebagian besar uang dari penerbit berita yang menggunakan produk iklannya
Fakta: Teknologi iklan Google justru memungkinkan organisasi berita menjual ruang iklan mereka kepada jutaan pengiklan di seluruh dunia.

6. Mitos: Google dapat dibayar untuk mendapatkan penempatan yang lebih baik di hasil penelusuran Search
Fakta: Google tidak menerima pembayaran untuk mendapatkan peringkat yang lebih baik di Search. Selain itu, Google juga tidak membayar penerbit situs manapun agar bersedia ditautkan di Search.

Google tidak menerima pembayaran untuk mengindeks situs dalam hasil penelusuran organik di Search.

KABAR LAINNYA

Discussion about this post