Sri Mulyani Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal III, Jadi 4,3 Persen

LIMAPAGI - Menteri Keuangan Sri Mulyani memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia berkisar 4,3 persen pada kuartal III tahun 2021.

Baca Juga: IMF Pangkas Proyeksi Pertumbuhan RI 2021 Jadi 3,2 Persen, Ini Kata Kemenkeu

Prakiraan itu lebih rendah dibandingkan proyeksi pemerintah dan sejumlah organisasi perekonomian global pada awal tahun 2021. 

Ia mengatakan, penurunan ekonomi tak lepas dari terjadinya ledakan kasus Covid-19 varian delta pada pertengahan Juni 2021.

Imbasnya, Indonesia mesti mengambil langkah pembatasan pergerakan dengan memberlakukan PPKM darurat. 

"Memang dibanding kuartal 2 menurun, tapi kalau dilihat kuartal ketiga kita mengalami delta varian yang begitu sangat tinggi," jelas Sri Mulyani dalam virtual conference APBN Kita, Senin, 25 Oktober 2021.

Baca Juga:  Sri Mulyani: IMF-World Bank Harapkan 41 Persen Populasi Sudah Divaksin

Sri Mulyani, menilai koreksi terhadap perekonomian kuartal III ini masih tidak terlalu dalam. Meskipun, terjadi penurunan bila dibandingkan dengan kuartal kedua yang meroket hingga 7,07 persen. 

Adapun secara keseluruhan, ekonomi Indonesia di tahun 2021 diyakini bakal mencapai angka 4 persen. Dengan asumsi kuartal keempat bakal mengalami tren perbaikan dibanding kuartal ketiga ini. 

Ekonomi kuartal terakhir tahun 2021 ini, kata dia, berpotensi mengalami rebound. Meski begitu, berbagai efek terhadap perekonomian sejumlah negara besar seperti Amerika Serikat dan juga Eropa bakal mempengaruhi outlook ekonomi akhir tahun, termasuk juga perkembangan ekonomi tahun depan. 

"Jadi overall untuk tahun ini kita akan memperkirakan pertumbuhan ekonomi 4,0 persen, di mana kuartal ketiga adalah 4,3 persen," jelas bendahara negara RI itu. 

Sejak merebaknya COVID-19, ekonomi Indonesia beberapa kali terkontraksi hingga ke level negatif. Kontraksi ekonomi ini membawa Indonesia ke jurang resesi ekonomi selama nyaris satu tahun. 

Ekonomi mulai terkontraksi pada kuartal kedua 2020 dengan mengantongi angka minus 5,3 persen.

Baca Juga: IMF Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global, Nasib Indonesia Gimana?

Selanjutnya berturut-turut minus 3,5 persen dan minus 2,2 persen di dua kuartal terakhir 2020 menyebabkan ekonomi secara keseluruhan negatif 2,07 persen. 

Adapun pada tahun ini, ekonomi Indonesia dibuka dengan minus 0,7 persen dan lalu meroket menjadi 7,07 persen di kuartal kedua 2021.

KABAR LAINNYA

Discussion about this post