Buntut Lonjakan Kasus Covid-19, Vietnam Perketat Pembatasan Sosial

LIMAPAGI - Pemerintah Vietnam memutuskan melakukan pengetatan pembatasan sosial di kota-kota besar, yang belum menerapkan kebijakan lockdown. Keputusan diambil sebagai respons tren penularan Covid-19 yang terus merangkak naik belakangan ini.

"Vietnam dapat memperpanjang atau memperketat pembatasan pergerakan untuk menahan penyebaran Covid-19, karena kasus harian baru telah melampaui 6.000 selama tujuh hari berturut-turut," kata pihak berwenang seperti dilansir dari Channel News Asia, Kamis, 29 Juli 2021.

Di Kota Ho Chi Minh dan Hanoi, pengetatan pembatasan sosial semakin digencarka. Meski dua kota itu sedang dalam masa lockdown. Ho Chi Minh memulai masa penguncian sejak 9 Juli dan Hanoi menyusul pada 24 Juli. &

Baca Juga: Mulai 9 Agustus, Masuk Kafe di Prancis Wajib Bawa Kartu Bebas Covid-19

"Hanoi mungkin memberlakukan tindakan lebih ketat di daerah berisiko tinggi untuk memerangi wabah yang kini lebih ganas," kata Ketua Kota Chu Ngoc Anh dalam sebuah pernyataan pemerintah.

Sedangkan, pihak berwenang Kota Ho Chi Minh mengonfirmasi masa lockdown yang bakal habis pada 1 Agustus nanti kemungkinan bakal diperpanjang, mengingat kasus infeksi di kota belum juga melandai.

Sebelumnya, Vietnam menjadi satu di antara contoh negara dengan pengendalian pandemi yang baik. Dilihat dari sejumlah parameter penanganan seperti contact tracing yang cepat dan karantina yang tepat.

Baca Juga: Faskes di Thailand Nyaris Kolaps Akibat Lonjakan Kasus Covid-19

Pemerintah menduga program vaksinasi yang berjalan tidak cepat menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kenaikan kasus belakangan waktu. Dari 100 juta warga, kurang dari empat juta yang sudah divaksin.

Dari akselerasi seperti itu, Vietnam memperkirakan herd immunity baru akan terlaksana pada tahun depan. Ditambah, ada pelonggaran pembatasan sosial yang mengakibatkan mutasi Covid-19, misal varian Delta dengan gampang menginfeksi warga.

Menukil Worldometers, rekor tambahan kasus terjadi pada 24 Juli atau di saat dua kota besar sedang dikunci. Saat itu, tercatat penambahan sebanyak 9.256 kasus. Hingga 29 Juli ini, tambahan kasus pada 26 Juli, yang sebanyak 7.913 kasus menjadi torehan kedua terbanyak.

KABAR LAINNYA

Discussion about this post