Badai Matahari Meluncur ke Bumi Picu Gangguan Sinyal Radio dan GPS

LIMAPAGI - National Aeronautics and Space Administration (NASA) melaporkan di akhir Oktober 2021 Matahari memancarkan radiasi yang sangat besar ke Bumi.

Dalam keterangan resminya, NASA mengklasifikasikan badai Matahari ini sebagai suar kelas X1 yang kuat. Sebagai informasi, kelas X merupakan suar paling intens.

Baca Juga: NASA Laporkan Matahari Pancarkan Radiasi Berbahaya

Pada Kamis (28/10) NASA merilis gambar yang ditangkap oleh Solar Dynamics Observatory, yang mengawasi Matahari terus-menerus. Foto tersebut menunjukkan kilatan terang di pusat bawah Matahari dan sinar ultra violet ekstrem dalam bentuk suar.

Associate director NASA, C Alex Young mengatakan, semburan disertai dengan coronal mass ejection (CME) akan memuntahkan partikel menjauh dari Matahari dengan kecepatan 2,5 juta mph (4 juta kph).

"Perkiraan saat ini untuk CME adalah bahwa ia akan mencapai Bumi pada 31 Oktober," ujar Young, melansir dari Space, Minggu (31/10/2021).

Karena angin Matahari sangat kuat, ini memicu badai geomagnetik atau tampilan cahaya utara menyilaukan, biasa disebut Aurora yang terlihat dari selatan di beberapa wilayah Amerika, yakni New York, Idaho, Illinois, Oregon, Maryland, dan Nevada.

Semburan cahaya kuat Matahari ini dapat disaksikan di wilayah tersebut jika langit benar-benar dalam kondisi gelap dan jauh dari lampu kota.

Baca Juga: Fenomena Perihelion Merkurius Terjadi 4 Kali dalam Setahun

Young menambahkan, beberapa dampak lainnya dari fenomena ini untuk aktivitas di Bumi, yakni pemadaman radio sementara untuk frekuensi tinggi, serta gangguan GPS sistem yang menggunakan sinyal frekuensi rendah.

"Dampak tersebut tak terlalu mengkhawatirkan terhadap kehidupan manusia. Hanya saja akan ada lebih banyak dampak cuaca luar angkasa di masa depan karena kami terus bergerak menuju solar max sekitar 2024-2025," tuturnya. 

KABAR LAINNYA

Discussion about this post