Molnupiravir Jadi Obat Covid-19, BPOM Larang Ibu Hamil Konsumsi

LIMAPAGI - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menegaskan ibu hamil dilarang menggunakan obat Molnupiravir untuk pengobatan Covid-19. BPOM telah memberikan kriteria penggunaanya.

"Molnupiravir tidak boleh digunakan pada wanita hamil," kata Kepala BPOM Penny K Lukito dalam keterangan tertulis, Jumat, 14 Januari 2022.

Meski hasil evaluasi menunjukkan penggunaan Molnupiravir relatif aman dan memberikan efek samping yang dapat ditoleransi, larangan tetap diberikan untuk ibu hamil dan wanita usia subur.

"Untuk wanita usia subur yang tidak hamil harus menggunakan kontrasepsi selama pemberian Molnupiravir," ujar Penny.

Penny menjelaskan kriteria pengguna Molnupiravir berdasarkan rekomendasi BPOM. Obat itu untuk pasien yang berstatus terinfeksi ringan hingga sedang dengan batasan usia 18 tahun ke atas.

Baca Juga:

Molnupiravir juga untuk pasien yang tidak memerlukan pemberian oksigen dan memiliki peningkatan risiko menjadi infeksi Covid-19 berat. "Diberikan dua kali sehari sebanyak 4 kapsul (@200 mg) selama 5 hari," terangnya.

BPOM menerbitkan izin resmi penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) untuk obat Molnupiravir sebagai antisipasi gelombang ketiga pandemi.

Sebelumnya, BPOM telah menerbitkan penggunaan darurat untuk beberapa obat Covid-19, di antaranya antivirus Favipiravir, antivirus Remdesivir, dan antibodi monoklonal Regdanvimab.

Molnupiravir yang disetujui BPOM berupa kapsul 200 mg, didaftarkan oleh PT. Amarox Pharma Global dan diproduksi Hetero Labs Ltd., India. Hetero Labs bergerak sebagai produsen dengan pemegang lisensi utama obat Molnupiravir dimiliki Merck Sharp and Dohme.

KABAR LAINNYA