Berapa Jumlah Kasus Covid-19 Varian Alpha, Beta dan Delta di Indonesia?

LIMAPAGI - Pemeriksaan whole genome sequencing (WGS) terus dilakukan Satgas Penanganan Covid-19 untuk mengetahui varian baru virus corona. Berdasarkan pemeriksaan, ditemukan data jumlah kasus varian Covid-19 yang terdapat di Indonesia.

Jumlah varian Covid-19 di Indonesia terbanyak adalah varian Delta, selanjutnya Alpha, dan terakhir Beta. Data itu berdasarkan pemeriksaan WGS terhadap 5.790 sampel dari tahun 2020 hingga 1 September 2021.

"Jumlah tersebut terdiri dari varian Alpha 64 kasus, Beta 17 kasus, dan Delta 2242 kasus," kata Ketua Tim Pakar Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito saat konferensi pers virtual Perkembangan Penanganan Covid-19 di Indonesia pada 2 September 2021.

Baca Juga: Epidemiolog: Ide Hidup Bareng Covid-19 Bukan Berarti Menyerah

Menurutnya, Indonesia masih belum terbebas dari ancaman lonjakan kasus Covid-19. Sebab itu, Wiku mengajak seluruh elemen baik di pemerintahan maupun masyarakat tetap disiplin menjalankan tugasnya masing-masing mencegah penyebaran Covid-19.

Dia mengingatkan protokol kesehatan tetap harus diterapkan secara ketat di tengah relaksasi pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Lebih lanjut, Wiku meminta semua unsur melakukan pendekatan khusus yang berfokus kepada angka kematian. Sejumlah faktor yang menjadi pemicu naiknya kasus kematian akibat Covid-19 di daerah masing-masing dapat ditelusur kemudian disikapi dengan perbaikan.

"Kematian yang tinggi bisa disebabkan beberapa hal, di antaranya rumah sakit yang penuh, alat-alat yang tidak tersedia di rumah sakit rujukan, tidak adanya tempat isolasi terpusat, adanya tempat isolasi terpusat namun tidak dimanfaatkan dengan baik, atau bisa penanganan warga yang terkena Covid-19 tidak dilakukan dengan sesegera mungkin karena tidak berjalannya fungsi posko satgas di level kelurahan desa," ujar dia.  

Baca Juga: Covid-19 Bisa Jadi Epidemi, Menkes Wanti-wanti Tempat Isolasi Jangan Kolaps

Kepada kepala daerah dan jajarannya, Wiku meminta agar tidak hanya memahami data wilayahnya, namun juga wajib mengaitkan dengan data lainnya sehingga dapat diidentifikasi masalah yang sebenarnya terkait penanganan Covid-19.

"Pada prinsipnya, seluruh kepala daerah wajib mencari tahu penyebab kematian utama di daerahnya dan menghubungkan dengan keadaan dan kapasitas daerahnya masing-masing agar dapat menemukan akar permasalahan di daerahnya, dan melakukan perbaikan yang diperlukan," pungkasnya.  
 

Nanda Febrianto
Nanda Febrianto

Nanda Febrianto is editor news for Limapagi.id. Nanda joined Limapagi in 2021 after spending more than years at offline-online media as a reporter and editor.

Education: Bachelor degree Faculty of Social and Political University of Pembangunan Nasional Yogyakarta.

KABAR LAINNYA

Discussion about this post

Welcome Back!

Login to your account below

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.