Waspada, Kenali Ciri-Ciri Penipuan Online

LIMAPAGI - Internet menjadi kebutuhan saat ini. Di saat pandemi Covid-19, kebutuhan internet tampaknya semakin kuat mengingat banyak orang bekerja dari rumah.

Semakin banyak orang yang menggunakan internet maupun media sosial, diperlukan kewaspadaan terkait aksi penipuan secara online.

Baca Juga: Hacker Bajak Server HP Tambang Cryptocurrency Senilai Rp1,5 Miliar

Aktivitas di dunia maya tidak selalu aman, pengguna harus berhati-hati terhadap penawaran-penawaran yang bisa berujung penipuan, dikutip Antara.

Kaspersky mengungkap beberapa ciri penipuan di dunia maya yang patut diwaspadai.

Hadiah menarik dan intimidasi
Penipu online kerap memanfaatkan perasaan calon korbannya supaya mau mengikuti keinginan mereka. Misalnya, membuat calon korban menjadi takut apabila aktivitas online pribadinya ditampilkan ke publik.

Dalam berbagai kasus penipuan online, calon korban sering diiming-imingi hadiah yang luar biasa, seperti tunjangan dari pemerintah atau saldo mata uang kripto.

Waktu singkat
Penjahat mengeksploitasi perasaan korban dengan sengaja memberikan tenggat waktu yang singkat agar korban, yang sudah terbawa emosi, terburu-buru mengikuti instruksi tersebut.

Korban hanya memiliki waktu beberapa menit untuk mengklaim hadiah.

Desain amatir
Ketika mendapatkan pesan dari orang lain, baca baik-baik untuk menilai apakah berisi penipuan atau tidak.

Pesan penipuan seringkali salah penulisan, mengganti huruf dengan nomor untuk mengelabui penyaring spam.

Mencari basis data
Penipu sering mengadakan survei atau meminta korban mengisi formulir dengan dalih urusan administrasi untuk mendapatkan hadiah.

Korban juga diminta untuk membaca ulasan palsu, yang diklaim sebagai pemenang sebelumnya dari program tersebut.

Beberapa penipuan terindikasi melibatkan bot untuk menyamar sebagai pengacara atau konsultan demi meyakinkan korban.

Baca Juga: Usai Kasus Peretasan oleh Hacker Brasil, Polri Pastikan Data Internal Masih Aman

Meminta biaya
Trik penjahat adalah meminta biaya di awal dengan alasan pendaftaran atau verifikasi. Jika tidak membayar, penipu bersikeras korban tidak bisa mendapatkan hadiah.

Ada kalanya biaya yang diminta tidak besar, namun, tetap berbahaya apalagi jika sampai meminta data penting seperti nomor kartu perbankan.

KABAR LAINNYA