Keuangan Kamu Masih Sehat? Begini Cara Lakukan Financial Check Up

LIMAPAGI - Tahun 2022 dinilai jadi masa untuk memulihkan perekonomian, begitu juga isi dompet pribadi kita. Maka dari itu, perlu ada evaluasi keuangan di awal tahun, bahkan harus konsisten di tiap tahunnya.

Menurut Personal finance Prita Ghozie, tidak hanya kesehatan, financial check up juga harus dilakukan. Terutama sejak usia 21 tahun, kita harus rajin melakukannya.

Baca Juga: Awal Tahun, Ini 5 Cara Membenahi Keuangan Kamu!

"allhamdulillah bisa bantu aku mencapai Financial goals, seperti terkumpulnya biaya pendidikan anak anak aku, beli rumah, naik haji, dan bebas utang," ujarnya dalam akun instagram pribadinya, Rabu, 12 Januari 2022.

Oleh sebab itu, dirinya memberikan cara untuk melakukan financial check up. Pertama, rasio dana darurat
kita mulai dengan menghitung jumlah aset likuid lalu banding kan dengan pengeluaran bulanan target idealnya 12 kali.

"Misalnya kamu punya tabungan Rp50 juta lalu pengeluaran bulanan kamu Rp10 juta, berarti rasio dana darurat kamu 5 kali yang artinya menuju sehat," ujarnya.

Kedua, lanjut Prita, rasio pinjaman
bisa menghitung jumlah cicilan bulan di banding kan penghasilan sebulan. Di mana, rasio maksimalnya 30 persen.

"Misalnya penghasilan bulanan kamu Rp10 juta kemudian bayar cicilan bulanan Rp3 juta, maka rasio cicilan bulanan 30 persen adalah sehat dengan maksud agak mepet," ujarnya.

Ketiga, dirinya mengatakan, rasio menabung
menghitung jumlah uang yang bisa disisihkan dari penghasilan setiap bulan. Minimal ditargketkan hingga 10 persen.

"Nah misalnya kamu saat ini punya penghasilan Rp10 juta dan kamu baru bisa menyisihkan Rp500 ribu setiap bulan, artinya rasio tabungan kamu masih 5 persen yang artinya kurang sehat," ujarnya.

Baca Juga: OJK Perpanjangan Stimulus Industri Keuangan Nonbank, Ini Aturannya

Oleh karena itu, dirinya menyarankan di waktu muda perlu menambah porsi investasi sekitar 10 persen setiap bulannya. Di mana, dengan tujuan jangka panjang di atas 10 tahun investasi saham boleh dipertimbangkan.

"Selalu mulai dengan dana darurat lalu beli saham berfundamental bagus," ujarnya.

KABAR LAINNYA