Penyakit Seksual Menular ke Hewan, 400 Koala di Australia Bakal Divaksin

LIMAPAGI - Sebanyak 400 koala di Australia akan divaksinasi untuk menambah daya gedor terhadap klamidia alias Chlamydia, penyakit menular seksual yang lebih dahulu ditemukan pada manusia.

Chlamydia telah menyebar luas di antara hewan berkantung di Australia tersebut. Gejalanya kini telah mempengaruhi separuh hewan di beberapa daerah.

Langkah vaksinasi ini diinisiasi tim peneliti yang berisi dokter hewan dan pencinta hewan. Mereka khawatir dengan kelangsungan hidup jangka panjang koala menyusul merebaknya &Chlamydia di Australia.

"Ini adalah penyakit kejam yang menyebabkan konjungtivitis yang melemahkan, infeksi kandung kemih dan, kadang-kadang, infertilitas," kata dokter hewan Rumah Sakit Satwa Liar Kebun Binatang Australia dan koordinator penelitian ini, Dr Amber Gillett, dikutip dari Reuters, Minggu, 17 Oktober 2021.

Baca Juga: Rusia Cetak Rekor Kematian Covid-19, Harian Tembus 33.208 Kasus

Penelitian ini juga menjelaskan ibu koala dapat menularkan bakteri Chlamydia kepada bayi. Bahkan dalam level tertentu dapat menyebabkan kebutaan.

Dalam program vaksinasi ini, masing-masing koala akan menerima satu dosis vaksin. Tiap koala juga akan ditanam microchip sebelum akhirnya kembali dilepaskan ke alam liar.

"Meskipun vaksinasi ini akan secara langsung menguntungkan setiap hewan, percobaan ini juga akan berfokus pada perlindungan yang diberikan oleh vaksinasi," kata profesor mikrobiologi di University of the Sunshine Coast yang memimpin percobaan vaksinasi, Dr Peter Timms.

Baca Juga: Uji Coba Pelonggaran, Pagar Pelindung Ka'bah dari Pandemi Covid-19 Diganti Pita

Dalam banyak kasus penyakit seksual ini dapat diobati dengan antibiotik, namun penelitian menggunakan vaksin ini diharapkan ahli mampu meningkatkan kelangsungan hidup dan reproduksi koala.

Populasi koala saat ini bervariasi karena sulit dihitung di alam liar. Sebuah studi tahun 2016 yang dilakukan oleh University of Queensland memprediksi ada sekitar 330.000 koala yang tersisa di Australia.

Sementara studi yang dilakukan oleh Dana Margasatwa Dunia memperkirakan lebih dari 60.000 koala telah terbunuh, terluka, atau terpapar kebakaran hutan yang melanda Australia pada 2019 dan awal 2020.

KABAR LAINNYA

Discussion about this post