Menkes Tegaskan Covid-19 Varian Mu, Lambda dan C1.2 Belum Ada di Indonesia

LIMAPAGI – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menegaskan Covid-19 varian Mu belum terdeteksi di Indonesia. Begitu pula dengan dua varian lainnya yang masuk dalam pengamatan pemerintah.

“Terdapat tiga varian yang masuk dalam pengamatan pemerintah, yaitu varian Lambda (C.37) yang sudah tersebar di 42 negara, varian Mu (B.1.621) tersebar di 49 negara, dan varian C1.2 yang sudah menyebar ke sembilan negara,” ungkap Budi dalam keterangannya, dikutip Rabu, 15 September 2021.

Baca Juga: Berapa Jumlah Kasus Covid-19 Varian Alpha, Beta dan Delta di Indonesia?

Budi mengatakan, ketiga varian Covid-19 ini memang sedang dalam penelitian, terkait bagaimana perilakunya, laju penularannya, dan apakah mereka bisa menghindar dari antibodi yang terbentuk secara natural maupun vaksinasi.

“Dan, sampai sekarang memang belum ada hasil riset yang pasti. Ketiga varian yang diamati tersebut belum terdeteksi di tanah air,” ujarnya.

Dia menyampaikan, agar bisa mendeteksi keberadaan varian baru Covid-19 di Tanah Air, pemerintah dikatakan terus meningkatkan upaya pengetesan whole genome sequensing (WGS).

“Kita juga memperkuat jaringan lab WGS supaya kita bisa dengan cepat melakukan identifikasi dari varian baru ini,” jelas dia.

Sejauh ini, kata Budi, sudah ada 21 jaringan laboratorium di Indonesia yang dapat melakukan pengetesan secara memadai.

Baca Juga: Inmendagri 42/2021 Diminta Direvisi, Kembalikan Purwakarta ke PPKM Level 2

Lewat jaringan laboratorium itu, dia mengutarakan, kalau setiap bulannya telah dilakukan 1.866 genome sequencing, sehingga total yang sudah dilakukan sejak Januari hingga Agustus mencapai 6.161 genome sequencing.

“Tahun lalu, satu tahun kita hanya lakukan 340 genome sequencing. Sekarang, sampai bulan Agustus sudah 6.161 genome sequencing,” terang Budi.

Selain itu, disebutkan pemerintah melakukan pengetatan di seluruh pintu masuk negara guna mencegah masuknya varian baru Covid-19.

“Pemerintah memutuskan untuk memperkuat seluruh pintu masuk negara dengan melengkapi dan memperketat proses karantina di sana, baik itu masuknya itu melalui udara, laut, maupun darat,” pungkasnya.
 

Ahmad Muhajir
Ahmad Muhajir

Graduated from the Institute of Social and Political Sciences (IISIP), majoring in Political Science.

With a minimum of 6 years experiences as a journalist and freelance writer, he really cares about improving the quality of life of the community.

His previous works cover a wide range of topics such as science, technology, public policy, sports, gaming, or e-Sports.

Now at limapagi.id, Ajir is a reporter who focuses on national issues.

KABAR LAINNYA

Discussion about this post

Welcome Back!

Login to your account below

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.