Biografi Singkat Ahmad Yani, Sejarah Pahlawan Revolusi Indonesia

LIMAPAGI - Biografi singkat Ahmad Yani, seorang Jenderal TNI Anumerta yang gugur akibat penculikan dari pasukan pemberontakan G30S/PKI.

Ahmad Yani lahir pada 19 Juni 1922 di Purworejo, Jawa Tengah. Beliau merupakan seorang putra dari keluarga Wongsoredjo.

Berikut ini tim Limapagi akan membahas tentang sejarah singkat tentang Jenderal TNI Anumerta sekaligus Pahlawan Revolusi, Ahmad Yani.

Biografi Singkat Ahmad Yani

(findagrave)

Ahmad Yani lahir dari keluarga Wongsoredjo, sebuah keluarga yang bekerja di pabrik gula yang dikelola oleh Belanda.

Pada tahun 1927, Ahmad Yani pindah ke Batavia bersama keluarganya. Tempat tersebut merupakan tempat bekerja ayahnya yang sekarang bekerja untuk seorang Jenderal Belanda.

Di sanalah Ahmad Yani memulai pendidikannya hingga kariernya sebagai tentara hingga namanya sampai saat ini dikenang sebagai Pahlawan Revolusi.

Biodata Ahmad Yani

NamaAhmad Yani
Panggilan-
Tempat dan Tanggal LahirPurworejo, Jawa Tengah, 19 Juni 1922
Wafat1 Oktober 1965
AgamaIslam
Orang TuaAyah: Sarjo bin Suharyo 

Ibu: Murtini
PasanganYayu Rulia Sutowiryo
AnakAmelia Ahmad Yani
GelarPahlawan Revolusi

Masa Kecil dan Pendidikan Ahmad Yani

Ketika ia dan keluarganya pindah ke Batavia, di sana juga ia menempuh pendidikan pertamanya di Hollandsch-Inlandsche School (HIS) dan selesai pada tahun 1935.

Setelah lulus dari sekolah HIS, Ahmad Yani melanjutkan pendidikannya di sekolah Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO) dan selesai pada tahun 1938.

Kemudian setelah lulus dari MULO, ia melanjutkan lagi pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi atau setara SMU yaitu di Algemene Middelbare School (AMS).

Namun, ketika pendidikannya di AMS, ia hanya menempuh hingga kelas dua saja. Setelah itu, Ahmad Yani masuk pendidikan militer, ia belajar di topografi militer yang berada di Malang.

Pendidikannya tersebut ternyata tidak berlangsung lama dan terputus akibat datangnya penjajah Jepang pada tahun 1942.

Namun, pada tahun 1943 Ahmad Yani bergabung dengan tentara PETA dan mempelajari pelatihan lebih lanjut di Magelang sebagai perwira artileri.

Setelah menyelesaikan pelatihan tersebut, Ahmad Yani kemudian dilatih sebagai komandan peleton PETA dan dipindahkan ke Bogor untuk menerima pelatihan tersebut.

Karena pelatihannya telah selesai, kemudian Ahmad Yani dikirim kembali ke Magelang sebagai instruktur.

Berkat latihannya tersebut, Ahmad Yani memiliki peran besar ketika masa perang kemerdekaan Indonesia.

Pada masa tersebut, Ahmad Yani yang berhasil merebut senjata dari pasukan Jepang di Magelang.

Kemudian terbentuklah Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Setelah TKR terbentuk, Ahmad Yani diangkat menjadi Komandan TKR di wilayah Purwokerto.

Sejarah Militer Ahmad Yani

Pada saat terjadi Agresi Militer Belanda I, Ahmad Yani dan pasukannya berhasil menahan serangan Belanda dan memukul mundur mereka ke daerah Pingit.

Setelah itu muncul lagi Agresi Militer Belanda II. Kemudian Ahmad Yani dipercaya untuk diangkat menjadi Komandan Wehrkreise II.

Pada akhirnya, Belanda mengakui secara penuh kemerdekaan Indonesia. Setelah merdeka, Ahmad Yani dipindahkan ke Tegal, Jawa Tengah.

Pada tahun 1952, ia dipanggil ke Tegal untuk membereskan kekacauan yang disebabkan oleh Darul Islam.

Darul Islam tersebut merupakan kelompok pemberontak yang berusaha mendirikan teokrasi di Indonesia.

Untuk menghadapi kelompok pemberontak tersebut, Ahmad Yani membuat kelompok pasukan khusus yang disebut dengan Banteng Raiders.

Setelah menyelesaikan tugasnya dengan baik, Ahmad Yani kemudian diberangkatkan ke Amerika Serikat pada tahun 1955.

Tujuan Ahmad Yani dikirim ke Amerika Serikat yaitu untuk belajar di  Command and General staff College, Fort Leavenworth , Kansas.

Dan kembali lagi ke tanah air pada tahun 1956. Setelah itu Ahmad Yani dipindahkan ke Markas Besar Angkatan Darat di Jakarta.

Di sana, ia menjadi anggota staf Jenderal Abdul Haris Nasution. Di sana juga, ia menjabat sebagai asisten logistik KSAD sebelum menjadi wakil KSAD Bidang Organisasi dan Kepegawaian.

Akhir Hayat Ahmad Yani

(pantau)

Ahmad Yani merupakan salah satu target korban dari Gerakan 30 September atau biasa disebut dengan G30S/PKI.

Saat pagi buta, pasukan pemberontak G30S/PKI mendatangi rumahnya. Di sana ia diculik dan ditembak.

Jasadnya yang telah mati kemudian di bawa ke Lubang Buaya di Kota Jakarta. Kemudian, tubuhnya tersebut dimasukkan ke dalam sumur kecil bersamaan dengan Jenderal lainnya.

Beberapa hari setelah pencarian, akhirnya lokasi sumur tersebut berhasil ditemukan. Jasad Ahmad Yani beserta para Jenderal yang terbunuh di angkat pada tanggal 4 Oktober 1965.

Para korban pemberontak G30S/PKI ini kemudian dimakamkan di Taman Nasional Makam Pahlawan di Kalibata.

Pada hari ditemukan para korban tersebut, ketujuh Jenderal yang menjadi korban tersebut mendapat gelar sebagai Pahlawan Revolusi.

Gelar tersebut diberikan berdasarkan keputusan Presiden RI No. 111/KOTI/1965 dan pangkatnya dinaikkan secara anumerta dari Letnan Jenderal untuk ke bintang 4 umum.

Itulah biografi singkat Ahmad Yani, seorang Pahlawan Revolusi yang menjadi korban keganasan dari para pemberontak G30S/PKI.

Arif Prasetyo
Arif Prasetyo

A seo writer who writes about "Evergreen" content.

Who is starting a career at the Limapagi company.

KABAR LAINNYA

Discussion about this post

Welcome Back!

Login to your account below

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.