Bos AirAsia Tuai Kecaman Internasional Usai Lecehkan Staf Wanita, Ini Ceritanya!

LIMAPAGI – Direktur Kemitraan Women’s Aid Organisastion, Amnani Kadir, menegaskan bahwa tak ada alasan untuk melakukan pelecehan, termasuk sekadar ejekan di tempat mana pun, baik itu rumah, sekolah, atau di tempat kerja.

Baca Juga: AirAsia Sekarat, Bosnya Cari Utang Ratusan Juta Dolar dan Jual-jual Saham

Penyataan itu diungkapkan sebagai tanggapan dari video yang beredar di media sosial. Dalam video tersebut, CEO AirAsia Thailand Tassapon Bijleveld menghina seorang karyawan wanita saat pertemuan virtual belum lama ini.

“Video itu meresahkan dan contoh yang jelas dari intimidasi di tempat kerja dalam penganiayaan staf oleh seseorang yang memiliki posisi berwenang,” kata Amnani.

Bijleveld meminta karyawan wanita bernama Tippayavut Kovanthanakul untuk diam, saat saat sang staf tengah mengajukan pertanyaan. Sembari melontarkan kata kasar ‘bom F’, Bijleveld nampak tersenyum penuh ejekan.

What’s your fucking question? C’mon (Apa pertanyaan mu, ayo). Don’t talk a lot (Jangan banyak bicara),” ucap Bijleveld, sebagaimana dikutip dari cuplikan video tersebut.

Kolega lainnya yang nampak dalam video, yakni 2 orang perempuan, dan 2 orang laki-laki termasuk CEO AirAsia Tan Sri Tony Fernandes ikut tersenyum usai Bijleveld mengatakan hal itu.

“Semua orang lain yang hadir dan terlihat tertawa atau tersenyum dalam video itu tidak hanya menjadi saksi pelecehan tetapi juga terlibat,” kata Amnani, dikutip dari Focus Malaysia, Kamis, 29 Juli 2021.

Ditambahkan, mereka telah berpartisipasi dalam menciptakan lingkungan kerja yang tidak aman bagi staf yang diintimidasi, dan memfasilitasi lingkungan kerja yang beracun

Dari penuturan Armani, intimidasi di tempat kerja tanpa kita sadari bukanlah insiden satu kali. Biasanya merupakan kejadian yang berulang. Meskipun ada kebijakan terkait perundungan dan pelecehan seksual di tempat kerja, tidak ada artinya jika pimpinan tidak mematuhinya. 

“Video itu dengan jelas menunjukkan dua individu dalam posisi kepemimpinan yang gagal menciptakan ruang kerja yang aman,” tegasnya. 

Tertawa dan tersenyum, kata Amnani, adalah tindakan yang mendukung dan merayakan bullying.

“Dalam situasi seperti ini, kita harus menyadari bahwa itu tidak pantas, tidak profesional, dan sangat berbahaya bagi kesejahteraan individu yang menerima pelecehan. Ini sama sekali tidak bisa diterima,” pungkasnya.

Shanies Tri Pinasthi
Shanies Tri Pinasthi

Shanies is an assistant editor at Limapagi. She handles news around the economy. 

Previously, she was an assistant editor/assistant producer at Warta Ekonomi. 

Shanies started his career in media as an economic and national reporter for data-based media, Validnews.id

KABAR LAINNYA

Discussion about this post