Menkeu Seluruh Dunia Bahas Transisi Hijau yang Adil dan Berkelanjutan

LIMAPAGI – Dalam pertemuan Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF), koalisi Menteri Keuangan Dunia kembali melakukan pertemuan untuk aksi iklim. Di mana, pertemuan koalisi ini adalah pertemuan ke-6.

Pertemuan ke-6 Koalisi ini dipimpin oleh ketua bagi kelompok negara maju yaitu Menkeu Finlandia, dan ketua bagi kelompok negara berkembang yaitu Menkeu Indonesia.

Baca Juga: Selama Pandemi, Sri Mulyani Fokus pada 3 Aspek Ini

Menteri Keuangan Indonesia Sri Mulyani mengatakan, pendekatan multilateral sangat penting agar upaya seluruh negara terkait perubahan iklim bisa bersatu. Sehingga memberi pesan yang kuat mengenai pentingnya mengarusutamakan iklim ke dalam kebijakan ekonomi dan keuangan, serta mendesain transisi hijau yang adil dan terjangkau untuk setiap negara.

"Koalisi berperan penting dan nyata karena memfasilitasi komunikasi, pembagian pengalaman antaranggota termasuk dalam pertemuan hari ini," kata Sri Mulyani dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 14 Oktober 2021.

Koalisi mengakui pentingnya aksi iklim yang berarti dan perlunya perubahan sistemik dalam kebijakan ekonomi dan keuangan. Perubahan iklim merupakan ancaman bagi umat manusia.

Mengarusutamakan perubahan iklim ke dalam kebijakan akan menyelamatkan kita dan mendorong pertumbuhan yang lebih baik dan berkualitas. Kementerian Keuangan pada khususnya memiliki peran penting karena memiliki instrumen untuk memerangi perubahan iklim dan memfasilitasi transisi hijau yang adil dan terjangkau.

Baca Juga: Sri Mulyani Dianugerahi Penghargaan Kepemimpinan dan Layanan dari IIF

Kebijakan untuk mendukung transisi yang adil dan terjangkau sangat penting agar aksi iklim dapat berdampak nyata pada pertumbuhan yang berkelanjutan, stabilitas keuangan dan fiskal, peningkatkan lapangan kerja, dan pengurangan kesenjangan. Untuk negara berkembang, transisi ini dapat mendorong keberhasilan pembangunan.

Perspektif ini tercermin dalam program kerja yang dilaksanakan oleh tiap negara anggota Koalisi Menkeu yang mengacu pada enam Prinsip Helsinki yang menjadi prinsip Koalisi, yaitu (1) menyelaraskan kebijakan dengan Persetujuan Paris, (2) berbagi pengalaman dan keahlian, (3) mempromosikan nilai ekonomi karbon, (4) mengarusutamakan iklim dengan kebijakan ekonomi, (5) memobilisasi pembiayaan iklim, dan (6) terlibat dalam implementasi Nationally Determined Contribution (NDC).

Fakhri Rezy
Fakhri Rezy

Editor at Business Limapagi.id, is more in-depth about macroeconomic and stock.

Graduation from UIN Syarif Hidayatullah Faculty of Economy and Business. Which is majoring in Financial Management.

Now, I focus about business and spread the information to the world. World is too big, so make it smaller with information.

KABAR LAINNYA

Discussion about this post

Welcome Back!

Login to your account below

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.