KPK Janji Dalami Laporan yang Seret Gibran & Kaesang: Tidak Lihat Bapaknya Siapa

LIMAPAGI - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron memastikan, pihaknya bakal mendalami laporan yang menyeret dua putra Presiden Joko Widodo (Jokowi), yakni Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep.

"KPK tidak melihat anak siapa, tidak melihat bapaknya siapa. KPK akan menindaklanjuti sesuai prosedur ketentuan perundang-undangan maupun SOP di KPK, untuk menelaah lebih lanjut. Dari situ kemudian dipaparkan apakah layak dilidik atau tidak," kata Ghufron dilansir dari akun YouTube KPK, Selasa, 11 Januari 2022.

Baca Juga: Gibran Rakabuming Minta UMKM Bangkit: Jangan Ada Sajadah dan Hijab dari China

Ghufron menyampaikan, lembaga antirasuah bakal menerima setiap laporan yang masuk. Setelah itu, laporan tersebut akan ditelaah untuk diproses lebih lanjut.

"KPK akan menerima dari siapa pun terhadap laporan dan pengaduan dari masyarakat. Baik pelapornya siapa pun dan juga terlapornya siapa pun. KPK kemudian akan melakukan proses penelaahan lebih lanjut, itu," tegas Ghufron.

Sebelumnya, Gibran dan Kaesang dilaporkan ke KPK oleh Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun, pada Senin, 10 Januari 2022. Keduanya dilaporkan atas dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) relasi bisnis anak presiden dengan grup bisnis, yang diduga terlibat pembakaran hutan.

Dilansir dari Antara, Badrun menyebut laporannya itu bermula ketika PT SM menjadi tersangka pembakaran hutan dan dituntut Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Rp7,9 triliun pada 2015.

Baca Juga: Jadi Anak Presiden, Kaesang Pangarep Akui Dijaga Paspampres saat Pacaran

Namun, Mahkamah Agung (MA) hanya mengabulkan tuntutan senilai Rp78 miliar. Badrun menilai, hal itu terjadi karena anak presiden membuat perusahaan gabungan dengan anak petinggi perusahaan PT SM pada Februari 2019.

Hal itu pun yang membuat adanya dugaan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) terkait suntikan dana penyertaan modal dari perusahaan ventura. PT SM diklaim mendapat dana sekitar Rp99,3 miliar dalam waktu yang singkat.

KABAR LAINNYA