Kepala Bappenas: Kunci Pemulihan Ekonomi adalah Sektor Industri

LIMAPAGI - Ekonomi Indonesia mengalami kontraksi 2,07 persen pada 2020. Hal ini membawa Indonesia kembali pada posisi negara berpenghasilan ke bawah atau lower middle income country.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Suharos Monoarfa menuturkan, Indonesia sudah sampai pada posisi negara berpenghasilan menengah atau upper middle income country pada 2019. Hal ini ditunjukkan dengan Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita di atas USD4.100.

"Peningkatan trajectory ekonomi yang signifikan menjadi poin krusial untuk dapat keluar dari tekanan middle income trap dalam rangka kita mencapai visi Indonesia di 2045 sebagai salah satu negara maju di dunia," kata dia di Jakarta, Selasa 29 Juni 2021.

Suharso mengungkapkan, penurunan aktivitas masyarakat dan dunia usaha adalah imbas dari pandemi Covid-19. Kondisi ini tentunya mengganggu rantai pasok dan penurunan utilisasi industri.

Menurut Suharso, dengan kontribusi sebesar 19,9 persen terhadap perekonomian nasional, sektor industri pengolahan menjadi kunci bagi peningkatan pertumbuhan perekonomian Indonesia.

"Maka strategi pemulihan ekonomi pada situasi pandemi ini berfokus pada pemulihan industri yang memiliki daya ungkit, penyerapan tenaga kerja, dan multiplier efek yang tinggi dalam rangka transformasi ekonomi," ujar dia.

Dia menuturkan, distrubsi yang ditimbulkan oleh pandemi Covid-19 juga mendorong untuk melakukan percepatan inovasi. Hal ini khususnya, terkait sektor farmasi dan alat kesehatan, otomatisasi dan digitalisasi perubahan pola rantai pasok global hingga tren pembangunan hijau.

"Dalam situasi seperti ini strategi industrialisasi ke depan diharapkan dapat mendorong respon dan adaptasi industri yang lebih baik terhadap tantangan dan peluang paska pandemi, sehingga dapat mempercepat pemulihan ekonomi dan reformasi sebagaimana diamanatkan dalam rencana kerja pemerintah (RKP) tahun 2021," ucapnya. 

KABAR LAINNYA

Discussion about this post