Berkas Perkara Narkoba Eks Karutan Depok Dikembalikan ke Penyidik

LIMAPAGI - Jaksa peneliti Kejari Jakarta Barat meminta penyidik Polres Metro Jakarta Barat melengkapi berkas perkara dugaan penyalahgunaan narkoba, yang melibatkan mantan Kepala Rutan (Karutan) Kelas I Depok, Anton.

Kasi Intel Kejari Jakarta Barat, Edwin Beslar, mengatakan berkas perkara tersebut akan dikembalikan ke penyidik Polres Metro Jakarta Barat dalam waktu dekat.

"Masih ada yang harus dilengkapi dalam berkas. Dalam waktu dekat akan dikembalikan ke penyidik. Dikembalikan minggu depan," kata Edwin, Kamis, 29 Juli 2021.

Penyidik Polres Metro Jakarta Barat melimpahkan tahap satu berkas berita acara pemeriksaan (BAP), kasus narkoba tersangka Anton ke Kejari Jakarta Barat.

"Sudah tahap satu, tinggal jaksa melihat berkas ini lengkap atau belum," kata Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Ady Wibowo, Selasa, 27 Juli 2021.

Baca Juga: Kasus Jerinx Naik ke Penyidikan, Tim Polda Metro Jaya Berangkat ke Bali

Menurut Ady, penyidik Polres Metro Jakarta Barat telah meminta keterangan tersangka Anton dan beberapa saksi pada berita acara pemeriksaan, sehingga dianggap sudah cukup diserahkan tahap pertama ke kejaksaan.

Sambil proses hukum berjalan, Ady menuturkan polisi juga berkoordinasi dengan Direktorat Jendral Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM terkait proses sidang internal kepegawaian yang dijalani Anton.

"Ini pidana umum dan antara lembaga pasti kita koordinasi," jelas Ady.

Ady memastikan penyidik siap melengkapi keterangan saksi dan alat bukti jika kejaksaan menilai berkas perkara belum lengkap.

Anton ditangkap terkait dugaan penyalahgunaan narkoba di kontrakan kawasan Slipi, 26 Juni 2021. Polisi menyita barang bukti satu pake sabu-sabu seberat 0,52 gram, satu buah alat hisap berupa cangklong, empat butir obat Aprazolam, dan satu unit telepon seluler.

Terhadap Tersangka A dikenakan Pasal 112 ayat (1) sub Pasal 127 ayat (1) huruf (a) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan Pasal 62 UU RI Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika dengan ancaman pidana penjara maksimal 12 tahun.

KABAR LAINNYA

Discussion about this post