Kasus Covid-19 Makin Parah, India Lockdown Negara Bagian Kerala 2 Hari

LIMAPAGI - Pemerintah India mengkarantina wilayah alias lockdown negara bagian Kerala, mulai Minggu 31 Juli 2021 hingga dua hari berikutnya. Situasi pandemi di negara bagian yang terletak di India itu sedang dalam fase parah-parahnya.

Dikutip dari Channel News Asia, Kerala yang memiliki kasus aktif corona sekira 154 ribu setidaknya menyumbang sekira 37,1 persen dari total kasus di India. Laju penyebaran infeksi demikian merupakan yang tertinggi di negara itu.

"Pembatasan ketat intensif khusus sedang diterapkan di daerah-daerah di mana tingkat tes positif tinggi," kata Departemen Manajemen Bencana Kerala dalam sebuah pernyataan.

Baca Juga: Cegah Varian Delta, Kamboja Tutup 8 Provinsi yang Berbatasan Thailand

Menurut data pemerintah yang dirilis awal pekan ini menunjukkan selama empat minggu terakhir tampak tren peningkatan infeksi baru setiap harinya di tujuh dari 14 distrik di Kerala.

Pada hari ini, Pemerintah Federal mengonfirmasi telah mengirim setengah lusin ahli untuk memantau daerah-daerah yang paling parah di Kerala. Seraya bekerja sama dengan otoritas negara bagian terkait strategi untuk menahan laju penularan virus.

Kasus positif harian India telah turun setelah gelombang kedua yang dampaknya menghancurkan sistem kesehatan akibat membludaknya pasien bergela berat.

Kenaikan kasus di Negeri Bollywood yang berlangsung pada awal tahun ini dipicu akibat mobilitas besar-besaran warganya, di saat kebijakan pembatasan sosial mulai dikendorkan. Tapi, paling jadi sorotan adalah ritual keagamaan di Sungai Gangga.  

Baca Juga: Faskes di Thailand Nyaris Kolaps Akibat Lonjakan Kasus Covid-19

Maharashtra menjadi negara bagian yang paling terpukul karena efek gelombang kedua infeksi. Sejak bulan lalu penerapan pembatasan sosial di sana mulai dicabut atas alasan pemulihan ekonomi.

Dari data teranyar, angka reproduksi atau Ro India mencapai satu pada 24 Juli, yang berarti satu orang menularkan ke satu orang lainnya. Capaian ini untuk pertama kalinya sejak Mei, ketika infeksi harian mendekati 400.000 orang dan angka Ro lebih dari satu.

Menukil Worldometers, per Rabu India melaporkan 43.211 kasus atau keempat yang tertinggi di dunia. Secara akumulatif, total kasus mencapai 31,526,622 orang, atau yang tertinggi kedua di dunia, setelah Amerika Serikat yang memiliki 35,487,490 kasus. 

KABAR LAINNYA

Discussion about this post