Panduan Isolasi Mandiri yang Tepat untuk Pasien Covid-19 dengan Gejala Ringan

LIMAPAGI - Pandemi Covid-19 belum usai, buktinya penambahan kasus positif terus terjadi diberbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.

Di Indonesia sendiri hampir semua ruangan di rumah sakit untuk pasien Covid-19 penuh. Membuat, sebagian besar yang mengalami positif dan asimtomatik (gejala ringan) disarankan untuk isolasi mandiri di rumah.

Memang, isolasi mandiri bisa dilakukan dengan baik terutama bagi masyarakat yang memiliki banyak ruang, atau memiliki dua lantai. Tetapi, bagaimana jika tak memilikinya?

"Orang Indonesia itu memiliki beberapa ruangan di dalam rumah, seperti kamar. Walaupun tidak punya dua lantai atau rumah kedua yang bisa untuk isolasi masih bisa di rumah tersebut," kata dr. Andi Khomeini Takdir Sp.PD (K-Psi) Dokter spesialis penyakit dalam, dalam acara webinar Dialog Produktif, Selasa, 29 Juni 2021.

Lebih lanjut dokter Andi mengatakan ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika isolasi mandiri. Terutama, hanya satu orang di dalam rumah yang positif agar tak menularkan kepada orang lain.

"Yang penting itu masker, semua orang di rumah harus menggunakan masker jangan sampai hanya satu yang positif semua ikut positif," tambahnya.

Penggunaan masker dua lapis sangat disarankan oleh dokter Andi. Sebab, efektivitas masker dua lapis tergolong tinggi bahkan mencapai 90 persen.

Selain itu, ia juga menyarankan untuk berbeda kamar, dan ventilasi kamar juga harus baik.

"Kalau gejala ringan kamar berbeda dan jendela terbuka. Dengan begitu dapat menurunkan risiko," ujarnya.

Jendela menjadi peran penting yang harus dimiliki saat isolasi mandiri. Untuk itu, ia menyarankan bagi yang tak memiliki jendela atau ventilasi yang baik untuk segera buat.

"Kita sudah ingatkan dari tahun lalu bahwa jendela itu penting untuk sirkulasi, jadi bagi yang belum ada buatlah karena akan bermanfaat," paparnya.

Beberapa obat yang diberikan oleh tenaga kesehatan juga penting untuk di minum. Seperti vitamin D, Vitamin C hingga makanan bergizi.

"Anjurannya itu sediakan vitamin D bisa juga konsumsi telur, susu karena dua butir telur itu kandung vitamin D tinggi, ditambah kalau berjemur itu bisa naik 2-3 kali lipat manfaatnya," katanya.

Vitamin C juga penting, ia mengatakan vitamin tersebut bisa didapatkan dari buah-buahan, jeruk, semangka, hingga pepaya.

"Tapi, kalau membutuhkan suplemen tambahan tidak usah tinggi dosisnya," tungkasnya.&

Afrizal Abdul
Afrizal Abdul

Reporter who focuses on lifestyle, is more in-depth about health, travel and parenting.

Education: State Polytechnic of Creative Media Jakarta, Diploma in Communication Studies.

First plunged into the media industry focused on lifestyle for two years, and has a strong network of relationships. Either with doctors, psychologists or influencers.

He has experience as an intern at DepokPos, by writing on various issues, from travel, culinary to sports. Furthermore, working experience at Akurat.co as a lifestyle reporter.

KABAR LAINNYA

Discussion about this post