Bersedia Bekerja Sama dengan Taliban, Inggris Ajukan Sejumlah Syarat

LIMAPAGI - Pemerintah Inggris bersedia bekerja sama dengan Taliban, jika negara dengan Ibu Kota Kabul itu memenuhi janji untuk menegakkan hak asasi manusia di Afghanistan, terutama bagi perempuan dan anak-anak gadis.

Selain itu, Inggris memberi syarat, Taliban juga harus memastikan perjalanan yang aman bagi warga yang ingin meninggalkan negara itu. Kata Menteri Luar Negeri James Cleverly, Senin, 30 Agustus 2021.

“jika mereka (Taliban) mulai memfasilitasi perjalanan internal dan keluar dari Afghanistan, maka kami akan terlibat dengan mereka atas dasar itu,” kata James dilansir dari Anadolu Agency, Selasa, 31 Agustus 2021.

Baca Juga: Taliban Disebut Khawatir dengan Ancaman Afiliasi ISIS di Afghanistan

Namun demikian, lanjut Cleverly, Pemerintah Inggris, bagaimanapun, masih skeptis bahwa Taliban akan mengizinkan perjalanan yang aman bagi orang-orang yang ingin meninggal Afganistan meski mereka sudah memenuhi syarat.

“Tetapi, tentu saja, apa yang tidak dapat kami lakukan, yang tidak dapat dilakukan oleh negara mana pun, adalah memberikan jaminan mutlak.” katanya.

Cleverly mengatakan, pihaknya belum mengetahui angka pasti terkait jumlah orang yang masih tertinggal di Afganistan setelah Inggris menyelesaikan misi evakuasinya pada akhir pekan kemarin.

Ia menyampaikan, Pemerintah Inggris pun berjanji masih akan mengeluarkan izin perjalanan kepada orang-orang Afghanistan yang membantu pasukan Inggris dan mereka yang memenuhi syarat untuk mendapatkan suaka di Inggris.

Menurut beberapa laporan, ada sekitar 800 hingga 1.100 warga Afghanistan yang memenuhi syarat untuk bisa mendapatkan suaka, namun masih terjebak di bandara di ibu kota Kabul.

Mereka dikabarkan bersama dengan sekitar 100 hingga 150 warga negara Inggris yang tidak dapat naik penerbangan evakuasi Inggris pada akhir pekan kemarin.

Sebagaimana diketahui, Pemerintah Inggris telah menyelesaikan operasi evakuasi warga dari Afghanistan pada hari Jumat, 27 Agustus 2021. Penghentian evakuasi ini sesuai dengan yang sudah dijadwalkan.

Baca Juga: Diduga Terlibat dengan ISIS, 2 Warga Malaysia Ditangkap Taliban

Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace menyampaikan, bahwa pasukannya telah memasuki tahap akhir untuk mengevakuasi orang-orang dari bandara Kabul. Fasilitas pemrosesan evakuasi juga telah ditutup.

"Dengan sangat menyesal tidak semua orang dapat dievakuasi selama proses ini," kata Wallace dalam sebuah pernyataan dilansir dari Hindustan Times, Jumat, 27 Agustus 2021.

KABAR LAINNYA

Discussion about this post

Welcome Back!

Login to your account below

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.