Menkes Sebut Transmisi Varian Omicron di RI Akan Jauh Lebih Tinggi dari Delta

LIMAPAGI - Kasus Covid-19 varian Omicron di tanah air kini tercatat menjangkit 414 orang. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, penyebaran Omicron bakal semakin meningkat.

"Memang kenaikan transmisi Omicron akan jauh lebih tinggi dari Delta, tetapi yang dirawat jauh lebih sedikit," kata Budi dilansir dari akun YouTube Sekretariat Presiden, Senin, 10 Januari 2022.

Baca Juga: Kian Meningkat! Covid-19 Varian Omicron di Indonesia Jadi 414 Kasus

Budi menjelaskan, tingkat positivity rate untuk kedatangan dari luar negeri adalah 13 persen atau jauh dari positivity rate transmisi lokal yang berada di angka 0,2 persen.

"Jadi, positivity rate kedatangan dari luar negeri 65 kali lebih tinggi dibandingkan dengan positivity rate transmisi lokal," jelasnya.

Budi melanjutkan, angka tersebut memperkuat hipotesa Kemenkes yang menyatakan bahwa sebagian besar kasus positif Omicron yang terjadi saat ini disebabkan kedatangan dari luar negeri.

"Dan negara-negara yang paling tinggi sekarang bergeser pertama adalah Arab Saudi, kedua Turki, ketiga Amerika Serikat, dan yang keempat adalah Uni Emirat Arab," bebernya.

Budi menyampaikan, pihaknya juga telah meneliti 414 kasus omicron di Indonesia. Hasilnya, hanya dua orang yang membutuhkan perawatan menggunakan oksigen, yakni satu orang berusia 58 tahun dan satu orang berusia 47 tahun. Dua orang itu, kata Budi, memiliki komorbid.

"Dan dari 414 orang yang dirawat karena Omicron, 114 orang atau sekitar 26 persen sudah sembuh, termasuk yang dua orang tadi yang masuk kategori sedang dan membutuhkan perawatan oksigen. Sehingga, mereka bisa kembali ke rumah," ungkapnya.

Baca Juga: Sumber Penularan Terbanyak Omicron di Indonesia: Turki dan Arab Saudi

Budi menyimpulkan, walaupun transmisi Covid-19 varian Omicron terbilang cepat, tetapi keparahannya relatif ringan.

"Kita akan menghadapi gelombang Omicron ini, tidak usah panik, kita sudah mempersiapkan diri dengan baik. Dan pengalaman menunjukkan bahwa walaupun naiknya cepat, tapi gelombang Omicron ini juga turunnya pun cepat," tuturnya.

KABAR LAINNYA