Kevin Cordon, Pebulu Tangkis Guatemala Hasil Didikan Pelatih Asal Solo

LIMAPAGI - Kevin Cordon, tunggal putra asal Guatemala, akhir-akhir ini menjadi topik perbincangan hangat bagi pecinta bulu tangkis di Indonesia.

Pasalnya, Cordon berhasil melaju ke semifinal Olimpiade Tokyo 2020 usai mengalahkan wakil Korea, Heo Kwang Hee, dengan skor 21-13, 21-18 pada Sabtu, 31 Juli 2021.

Ini adalah semifinal pertama bagi Cordon setelah berulang kali gagal di tiga edisi Olimpiade, yakni Beijing 2008, London 2012, dan Rio 2016.

Yang menarik perhatian adalah keberhasilannya ini membuat dirinya memecahkan rekor dengan menjadi pebulu tangkis pertama asal Amerika Latin yang melaju hingga babak semifinal.

Guatemala sejauh ini hanya memiliki satu medali saja selama 14 kali keikut sertaannya di Olimpiade sejak 1952.

Erick Barrondo, atlet jalan cepat, menjadi satu-satunya atlet Guatemala yang meraih medali Olimpiade hingga kini.

Selain itu, hal menarik lainnya dari Cordon adalah pelatihnya. Ya, pelatih Cordon adalah Muamar Qadafi, seorang pelatih asal Solo, Jawa Tengah.

Di babak semifinal nanti, Cordon akan melawan jagoan asal Denmark, Viktor Axelsen. Inilah partai ujian yang sesungguhnya bagi Cordon.

"Saya menghabiskan banyak tahun untuk menjadi pebulu tangkis profesional. Benar-benar luar biasa bisa mendapatkan hasil (semifinal) ini," kata Cordon.

"Ketika Anda berlatih dengan hati dan kesabaran, maka semua hal yang baik akan datang pada Anda," ujar atlet 34 tahun tersebut.

Jika dilihat dari ranking, Axelsen jelas difavoritkan menang karena berada pada ranking dua dunia. Sedangkan, Cordon berada jauh di bawahnya dengan menempati ranking 59 dunia.

KABAR LAINNYA

Discussion about this post

Welcome Back!

Login to your account below

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.