Kemendikbudristek: 39 Persen PAUD Sudah Laksanakan PTM Terbatas

LIMAPAGI - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Jumeri melaporkan, baru 39 persen satuan Pendidikan Anak Usia Dini laksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas.

Perihal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen PAUD Dikdasmen), Jumeri  dalam keterangan tertulis yang dikutip Minggu, 31 Oktober 2021.

“Berdasarkan survei lintas jenjang yang dilakukan Kemendikbutristek, per September 2021, 61 persen satuan PAUD masih melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), dan baru 39 peren yang sudah melaksanakan PTM Terbatas,” jelasnya. 

Baca Juga: Nadiem Ngotot Gelar PTM Terbatas: PJJ Buruk untuk Kesehatan Jiwa Anak Indonesia

Jumeri menyampaikan, seluruh anggota ekosistem PAUD perlu turut mengawal transisi moda bermain-belajar yang sebelumnya sepenuhnya dalam bentuk (PJJ) melalui Belajar Dari Rumah (BDR). Selanjutnya, berangsur-angsur menjadi PTM Terbatas, agar dapat berjalan dengan lancar.

“Kita semua perlu terus menjaga kesinambungan dari kedua pendekatan ini, baik di sekolah maupun di rumah,” ujarnya.

Dia berpendapat, pandemi Covid-19 di Indonesia telah menyebabkan perubahan yang luar biasa terhadap pendidikan anak-anak.

“Dampak yang ditimbulkan dari semua perubahan ini, juga sangat memengaruhi proses tumbuh kembang anak, khususnya mereka yang masih berada di jenjang PAUD,” jelas dia.

Oleh karenanya, ia menjelaskan, satuan PAUD dalam penyelenggaraannya selalu didorong untuk bermitra dengan orang tua dan masyarakat.

“Sejalan dengan prinsip trisentra yang dicetuskan oleh Bapak Pendidikan kita, Ki Hajar Dewantara, dunia pendidikan anak terdiri dari tiga elemen, yaitu satuan pendidikan, keluarga dan juga masyarakat,” papar Jumeri.

Baca Juga: Mulai 27 September, 1.500 Sekolah di Jakarta Gelar PTM Terbatas

Atas dasar itu, sambungnya, menjadi penting adanya kemitraan yang sistemik dan berkelanjutan antar pihak dalam ekosistem PAUD, utamanya dimulai tataran unit terkecil dan dengan penerima manfaat langsung, yaitu antara orang tua atau keluarga dan guru atau satuan PAUD.

“Ini adalah ciri khas yang sangat unik di dunia PAUD, dan dapat disebut sebagai rajutan pertama,” imbuhnya.

Ahmad Muhajir
Ahmad Muhajir

Graduated from the Institute of Social and Political Sciences (IISIP), majoring in Political Science.

With a minimum of 6 years experiences as a journalist and freelance writer, he really cares about improving the quality of life of the community.

His previous works cover a wide range of topics such as science, technology, public policy, sports, gaming, or e-Sports.

Now at limapagi.id, Ajir is a reporter who focuses on national issues.

KABAR LAINNYA

Discussion about this post