Apa Benar Efek Terpapar Covid-19 Bisa Bikin Mr P Menyusut?

LIMAPAGI - Seorang pria di Amerika Serikat (AS) mengklaim 'Mr P' atau penis miliknya menyusut hampir 4 sentimeter (cm) setelah terpapar Covid-19. Dokter mengatakan kondisi itu tidak bisa diperbaiki.

Mengutip laman News.com.au, pria AS yang tidak disebutkan namanya itu mengatakan, efek jangka panjang dari virus corona telah merusak kepercayaan dirinya.

Sebelumnya, pria berusia 30-an itu mengatakan penisnya berukuran di atas rata-rata.

“Saya seorang pria heteroseksual berusia 30-an. Pada bulan Juli tahun lalu saya tertular Covid-19 dan sangat sakit," kata pria AS itu.

"Ketika keluar dari rumah sakit, saya mengalami beberapa masalah disfungsi ereksi," ujarnya.

"Penis saya menjadi mengecil. Sebelum sakit [Covid-19], saya di atas rata-rata, tidak besar, tapi jelas lebih besar dari saat ini. Sekarang saya telah kehilangan sekitar satu setengah inci (3,8 cm) dan menjadi jelas kurang dari rata-rata," klaimnya.

Baca Juga: Begini Cara Cek Tiket dan Jadwal Vaksinasi Booster di PeduliLindungi

“Itu tampaknya karena kerusakan pembuluh darah, dan dokter saya tampaknya berpikir keadaan ini mungkin permanen. Seharusnya itu tidak terlalu penting, tetapi itu berdampak besar pada kepercayaan diri saya pada kemampuan saya di tempat tidur," tuturnya.

Ahli urologi AS, Ashley Winter dalam laporan The Sun menyatakan, "Covid d*ck" atau keadaan penis mengecil setelah terpapar corona merupakan fenomena nyata. Namun, hal itu diakibatkan kerusakan pembuluh darah.

Winter menekankan, penyusutan penis setelah Covid-19 adalah efek domino dari disfungsi ereksi. “Memang benar orang yang dengan disfungsi ereksi [berpotensi] mengalami pemendekan (penis)," ujar Winter.

Baca Juga: Suntik Booster Dimulai di Jakarta, Warga KTP Non-DKI Bisa Vaksinasi

Lebih lanjut, Winter menjelaskan bahwa pria hanya berisiko tinggi mengalami penyusutan penis apabila mengalami disfungsi ereksi, seperti kanker.

Hal itu senada dengan penelitian dari University College London di Inggris yang melibatkan 3400 penyintas Covid-19 beberapa waktu lalu. Penelitian itu mengungkapkan, kondisi penyusutan penis dari orang yang pernah terpapar Covid-19 sangat “angka” ditemukan.

“Anda memiliki periode waktu di mana penis tidak ereksi dengan sendirinya, di mana tidak mendapatkan semua darah penuh ke dalamnya, dan itu dapat menyebabkan jaringan parut pada penis dan pemendekan penis," tegas Winter.

KABAR LAINNYA