Biografi Singkat Raden Eddy Martadinata, Tokoh Angkatan Laut Republik Indonesia

LIMAPAGI - Biografi singkat Raden Eddy Martadinata, beliau lebih dikenal dengan sebutan RE Martadinata yang merupakan tokoh ALRI dan juga seorang Pahlawan Nasional.

Raden Eddy Martadinata atau RE Martadinata lahir di Lengkong Besar, Bandung pada 29 Maret 1921. Perjuangannya dalam melawan penjajah sebagian besar selalu berhasil di beberapa kota di Indonesia.

Berikut ini tim Limapagi akan membahas tentang sejarah serta biografi Raden Eddy Martadinata, yang merupakan seorang Angkatan Laut Republik Indonesia.

Biografi Singkat Raden Eddy Martadinata

(wikipedia) Laksamana TNI Anumerta Raden Eddy Martadinata

Raden Eddy Martadinata merupakan seorang perwira Republik Indonesia. Dalam beberapa perjuangannya melawan penjajah, ia terkenal berbakat dan selalu berhasil dengan rencananya.

Terbukti saat RE Martadinata berhasil merebut beberapa kapal milik Jepang di Jakarta dan menguasai beberapa kantor di daerah Tanjung Priok dan di Jalan Budi Utomo Jakarta.

Selama bertugas dalam Angkatan Laut Republik Indonesia, RE Martadinata memiliki banyak jabatan yang pernah ia jalani, mulai dari Ajudan, Komandan, hingga Panglima.

Biodata Raden Eddy Martadinata

NamaRaden Eddy Martadinata
PanggilanRE Martadinata/Laksamana TNI (Anumerta) Raden Eddy Martadinata
Tempat dan Tanggal LahirLengkong Besar, Bandung, 29 Maret 1921
Wafat(Kecelakaan Helikopter) RIung Gunung, 6 Oktober 1966
Agama-
Orang Tua-
PasanganSoetiarsih Soeraputra
Anak
  1. Soehaeny Martadinata
  2. Siti Khadijah Martadinata
  3. Judiati Martadinata
  4. Irzansyah Martadinata
  5. Siti Mariam Martadinata
  6. Vittorio Kuntadi Martadinata
  7. Roswita Riyanti Martadinata
GelarPahlawan Nasional/Angkatan Laut Republik Indonesia

Masa Kecil dan Pendidikan RE Martadinata

Raden Eddy Martadinata menempuh pendidikan pertamanya di Hollandsch-Inlandsche School (HIS) yang merupakan sekolah dasar pada zaman Hindia-Belanda.

Kemudian lulus pada tahun 1934, dan ia melanjutkan pendidikannya di Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO) di Bandung dan lulus pada tahun 1938.

Selanjutnya, ia meneruskan pendidikannya ke sekolah menengah atas di Algemeene Middelbare School (AMS) di Jakarta dan lulus pada tahun 1941.

Setelah tamat di sekolahnya, Raden Eddy Martadinata melanjutkan pendidikannya dengan masuk Sekolah Pelayaran Zeevaart Technische School.

Namun, pendidikannya di sana berhenti dan tidak sempat lulus karena Jepang yang saat itu datang dan menduduki Indonesia.

Kemudian, RE Martadinata pindah ke Sekolah Pelayaran Semarang dan berhasil hingga lulus.

Perjuangan Raden Eddy Martadinata

(bandung.pks)

Setelah Indonesia merdeka, pada tahun 1935, Raden Eddy Martadinata juga memulai kariernya sebagai perwira Angkatan Laut Republik Indonesia.

Lalu pada 10 September 1945, terbentuk Badan Keamanan Rakyat (BKR) Laut Pusat di Jakarta.

RE Martadinata terpilih sebagai pemimpin di BKR-Laut Banten. Di sana, ia tugasnya untuk merembes tentara Serikat ke Jawa Barat lewat jalur laut.

Dalam waktu yang singkat, pada 5 Oktober 1945, lahirnya Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Organisasi BKR pun ikut tergabung menjadi TKR-Laut.

Setahun kemudian, TKR-Laut berubah nama menjadi Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pada 25 Januari 1946.

Sempat terjadi konflik dalam ALRI, karena memiliki dua pemimpin. Saat itu RE Martadinata mengusulkan untuk diadakan musyawarah.

RE Martadinata mengatakan, bahwa kepentingan bangsa dan negara jauh lebih penting dari pada pribadi.

Pada tahun 1949, Belanda mengakui penuh kemerdekaan Indonesia dan RE Martadinata masih tetap bertahan sebagai Angkatan Laut Republik Indonesia.

Tugas yang pernah dijalani RE Martadinata

Selama bertugas sebagai ALRI, berikut ini adalah beberapa penugasan yang pernah dia terima:

  1. Wakil Komandan BKR Laut Jawa Barat - Agustus 1945
  2. Ajudan Kepala Staf Umum TKR Laut - Desember 1945
  3. Kepala Staf Operasi V MBA (Bagian Perencanaan) - Maret 1946
  4. Komandan Pendidikan Latihan Opsir Kalibakung (Tegal,Jawa tengah) - Maret 1947
  5. Wakil Komandan ALRI di Aceh - Desember 1948
  6. Komandan Kapal RI Hang Tuah - Desember 1949
  7. Kepala Staf KDMS, diperbantukan di Staf AL Jakarta, Pj Kepala SO - Agustus 1950
  8. Mengikuti pelayaran ke Belanda dengan Kapal Tjerk Hiddes - Desember 1950
  9. Komandan Kapal RI Gajah Mada - Maret 1951
  10. Perwira SO IV Staf ALRI - Oktober 1952
  11. Kepala Biro Planning Staf ALRI
  12. Kepala Pengawas Pembuatan Kapal di Italia dan Komandan KALITA (Kesatuan Angkatan Laut Italia) - Januari 1959
  13. Perwira Spl pada KASAL - April 1959
  14. Menteri / Panglima Angkatan Laut - Juli 1959
  15. Panglima Operasi III KOTOE - September 1963
  16. Duta Besar Luar Biasa & Berkuasa Penuh RI untuk Republik Pakistan - Februari 1966

Akhir Hayat Raden Eddy Martadinata

(foursquare) Tugu Helikopter

Saat hari ulang tahun ABRI ke-21, RE Martadinata mendampingi tamu dari Pakistan, yaitu Kolonel Maswar, Nyonya Rouf dan Deputi I Kepala Staff Angkatan Laut Pakistan.

Pada tanggal 6 Oktober 1966, mereka mengadakan perjalanan menggunakan Helikopter. Helikopter Alloutte II tersebut dikemudikan oleh Letnan Charles Willy Kairupan.

Dalam perjalanannya, Helikopter yang dinaiki oleh RE Martadinata mengalami kecelakaan dalam perjalanan, yaitu menabrak bukit di Riung Gunung.

Kecelakaan tersebut menewaskan semua penumpang yang berada di dalam Helikopter tersebut, termasuk RE Martadinata.

Setelah itu, jenazahnya dikebumikan di Taman Makam Pahlawan Kalibata Jakarta. Atas semua jasanya, Raden Eddy Martadinata dianugerahi sebagai Pahlawan Nasional oleh pemerintah Indonesia.

Penghargaan yang pernah diterima RE Martadinata

Berikut ini adalah penghargaan yang diterima RE Martadinata selama di Angkatan Laut Republik Indonesia dari pemerintah dan dari negara lain:

  1. Bintang Mahaputra Pratama
  2. Bintang Sakti
  3. Bintang Dharma
  4. Bintang Gerilya
  5. Bintang Jalasena Utama
  6. Bintang Sewindu Angkatan Perang Republik Indonesia
  7. Satyalencana Kesetiaan XVI Tahun
  8. Satyalencana Perang Kemerdekaan I
  9. Satyalencana Perang Kemerdekaan II
  10. Satyalencana Gerakan Operasi Militer I
  11. Satyalencana Gerakan Operasi Militer II
  12. Satyalencana Satya Dharma
  13. Satyalencana Wiradharma

Tanda Jasa yang diberikan dari Negara Sahabat:

  1. Order of Military Merits with Golden Swords (Peringkat Kedua) - Yugoslavia
  2. Grand Officer of the Order of Merit of the Italian Republic - Italia
  3. Commander of the Legion of Merit - Amerika Serikat
  4. Commander of the Phillipine Legion of Honor - Filipina
  5. Knight Grand Cross of the Most Exalted Order of the White Elephant - Thailand
Arif Prasetyo
Arif Prasetyo

A seo writer who writes about "Evergreen" content.

Who is starting a career at the Limapagi company.

KABAR LAINNYA

Discussion about this post

Welcome Back!

Login to your account below

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.