Sepanjang 2021, 215 Narapidana Bandar Narkoba Dipindah ke Nusakambangan

LIMAPAGI - Sepanjang 2021, Direktorat Jenderal (Ditjen) Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) dan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri memindahkan 215 narapidana kategori bandar narkoba ke lembaga pemasyarakatan (lapas) di Pulau Nusakambangan, Jawa Tengah.

"Berbagai upaya ini dilakukan untuk mendukung program nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN)," ujar Koordinator Hubungan Masyarakat dan Protokol Ditjen Pemasyarakatan, Rika Aprianti, dalam keterangan tertulis, Selasa, 11 Januari 2022.

Baca Juga: 148 Upaya Penyelundupan Narkoba ke Lapas Digagalkan Sepanjang 2021

Adapun 215 narapidana kategori bandar narkoba yang dipindahkan itu berasal dari berbagai wilayah di Indonesia, seperti DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Aceh, Sumatera Selatan, Lampung, Riau, Jambi, Sumatera Utara, Bali, Kalimantan Timur.

Selanjutnya Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Maluku, Papua, hingga Papua Barat.

Menurutnya, hal itu sejalan dengan istruksi Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham Reynhard Silitonga terkait pelaksanaan “3+1”, yaitu Tiga Kunci Pemasyarakatan Maju dan Back to Basics.

“Tiga Kunci Pemasyarakatan Maju, yaitu deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban, pemberantasan peredaran gelap narkoba, dan sinergi dengan aparat penegak hukum lainnya menjadi senjata utama Pemasyarakatan dalam memerangi narkoba. Ditambah dengan Back to Basics, mengembalikan tugas dan fungsi pemasyarakatan sebagaimana mestinya,” terang Rika.

Baca Juga: Guru di Jerman Bunuh dan Makan Teman Kencannya Demi Kepuasan Seksual

Lebih lanjut, Rika menjelaskan pemindahan 215 narapidana ke lapas di Nusakambangan dilakukan untuk mencegah peredaran gelap narkoba dari lapas atau rutan serta mencegah pengaruh buruk bandar narkoba terhadap narapidana lainnya.

Selain itu, Rika menyebutkan Ditjen Pemasyarakatan juga terus mempelajari dan mengamati berbagai modus yang kemungkinan digunakan untuk menyelundupkan narkoba ke dalam lapas atau rutan.

Petugas pun diberikan pelatihan untuk meningkatkan kewaspadaan untuk mencegah masuknya barang haram ke lapas dan rutan. Secara rutin juga, razia melibatkan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan aparat penegak hukum setempat digelar.

Baca Juga: Bandit Bersenjata Ngamuk di Nigeria, 200 Warga Tewas, 10 Ribu Mengungsi

Ditjen Pemasyarakatan juga menggelar pemeriksaan urine rutin bagi warga binaan dan petugas untuk memastikan lapas atau rutan bersih dari narkoba.

Dari sejumlah upaya yang dilakukan, tercatat sebanyak 148 penyelundupan narkoba ke dalam lapas dan rutan di seluruh wilayah Indonesia digagalkan Ditjen Pemasyarakatan Kemenkumham dan Bareskrim Polri selama kurun waktu Januari-Desember 2021.

KABAR LAINNYA