KPK Sita Uang Rp5,7 Miliar saat OTT Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi

LIMAPAGI - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Wali Kota Bekasi, Jawa Barat, Rahmat Effendi, menjadi tersangka kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa, serta lelang jabatan di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi.

Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan, saat operasi tangkap tangan (OTT) dilakukan, tim penyidik mengamankan barang bukti uang yang nilai seluruhnya mencapai Rp5,7miliar.

"Perlu diketahui, jumlah uang bukti kurang lebih Rp5,7 miliar dan sudah kita sita Rp3 miliar berupa uang tunai dan Rp2 miliar dalam buku tabungan," kata Firli dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis, 6 Januari 2022.

Baca Juga: KPK Tetapkan 9 Orang Tersangka Suap, Termasuk Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi

Firli kemudian menyampaikan kronologi OTT tersebut. Kegiatan itu diawali dari laporan masyarakat atas informasi adanya dugaan penyerahan uang kepada penyelenggara negara.

Selanjutnya, pada Rabu 5 Januari 2022, tim KPK bergerak menuju sebuah lokasi di Kota Bekasi.
Tim KPK mendapatkan informasi jika uang akan diserahkan oleh M Bunyamin (MB) selaku Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kota Bekasi kepada Rahmat Effendi.

"Tim melakukan pengintaian dan mengetahui jika MB (M Bunyamin) telah masuk ke rumah dinas wali kota Bekasi dengan membawa sejumlah uang dan diduga telah diserahkan
kepada wali kota Bekasi," beber Firli.

Firli melanjutkan, tim KPK kemudian mengamankan M Bunyamin pada saat keluar dari rumah dinas wali kota. Setelah itu, tim KPK masuk ke rumah dinas wali kota dan mengamankan beberapa pihak.

"Di antaranya RE (Rahmat Effendi) Wali Kota Bekasi, MY (Mulyadi alias Bayong), BK (Bagus Kuncorojati), dan beberapa ASN Pemkot Bekasi. Selain itu, ditemukan bukti uang dengan jumlah miliaran dalam pecahan rupiah," ucap Firli.

Pensiunan Polri ini mengatakan, secara paralel tim KPK menangkap beberapa pihak swasta antara lain Novel (NV) di wilayah Cikunir, Ali Amril (AA) di Pancoran, serta Suryadi (SY) di Senayan, Jakarta.

Firli berujar, selanjutnya seluruh pihak yang diamankan dibawa ke gedung merah putih KPK untuk diperiksa. Malam harinya, sekitar pukul 19.00 WIB, tim KPK mengamankan Makhfud Saifudin (MS) dan Jumhana Lutfi (JL) di kediamannya di Bekasi.

"Kamis, 6 Januari 2022, tim KPK juga kembali mengamankan dua orang yaitu WY (Wahyudin) dan LBM (Lai Bui Min alias Anen) beserta bukti uang ratusan juta dalam pecahan rupiah," tutur Firli.

Dalam OTT tersebut, total ada 14 orang yang diamankan yang terdiri dari Rahmat Effendi, ASN Pemkot Bekasi, dan pihak swasta. Namun, KPK hanya menetapkan sembilan orang menjadi tersangka.

Baca Juga: Wali Kota Bekasi Kena OTT KPK, Diduga Terkait Suap Barang-Jasa Lelang Jabatan

Di antaranya selaku pihak terduga pemberi suap adalah Ali Amril (AA) selaku Direktur PT MAM Energindo (ME); Lai Bui Min alias Anen (LBM) selaku pihak swasta; Suryadi (SY) selaku Direktur PT Kota Bintang Rayatri (KBR); dan Makhfud Saifudin (MS) selaku Camat Rawalumbu.

Kemudian sebagai terduga penerima suap adalah, Rahmat Effendi; M Bunyamin (MB) selaku
Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kota Bekasi; Mulyadi alias Bayong (MY) selaku Lurah Kati Sari; Wahyudin (WY) selaku Camat Jatisampurna; dan Jumhana Lutfi (JL) selaku
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Kota Bekasi.

KABAR LAINNYA