Ibu Hamil Boleh Mendapat Vaksinasi Covid-19, Ini Syarat-syaratnya

LIMAPAGI - Dalam upaya menekan laju angka kasus Covid-19, Indonesia mulai melakukan pendistribusian vaksin di seluruh daerah. Mulai dari nakes, lansia, dewasa, anak-anak sudah dapat melakukan vaksinasi Covid-19.

Bahkan kabar baiknya dalam waktu dekat ini, ibu hamil dapat menerima vaksinasi Covid-19. Hal ini dikarenakan ibu hamil masuk ke dalam kategori rentan terpapar Covid-19, sehingga ibu hamil dianjurkan bahkan diwajibkan untuk melakukan vaksinasi.

Baca Juga: Anies Bakal Wajibkan Vaksinasi Covid-19 Jadi Syarat Berkegiatan di Jakarta

Namun, tak seperti kategori penerima vaksin lainnya, ibu hamil yang hendak melakukan vaksinasi perlu memenuhi beberapa syarat. Seperti yang dikatakan oleh Wakil Ketua Tim Mitigasi IDI & Ketua Umum Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) dr. Ari Kusuma Januarto SpOG(K) terdapat beberapa syarat yang membedakan antara masyarakat biasa dan ibu hamil dalam pemberian vaksin Covid-19.

"Petunjuk klinis seperti suhu sama. Kalau masalah hipertensi yang direkomendasi di bawah 180 boleh. Tapi, pada ibu hamil kan ada kondisi penyakit yang membuat tensinya tinggi, yang disebut preeklamsia," ungkap dr. Ari.

Salah satu perbedaan yang terdapat pada proses pemberian vaksin Covid-19  pada ibu hamil berada pada tekanan darah. Dr. Ari menjelaskan bahwa ibu hamil yang diperbolehkan mendapatkan suntikan vaksin adalah ibu hamil dengan tekanan darah maksimal 180 mmHg dan minimal 140. mmHg

Selama proses pemberian vaksinasi jika terdapat ibu hamil dengan tekanan darah 140/90 mmHg, dr. Ari mengatakan bahwa mereka tidak direkomendasikan untuk melakukan vaksinasi Covid-19. Kemudian bagi mereka yang memiliki tekanan darah rendah harus mendapat rujukan dari dokter kandungan.

Kemudian bagi ibu hamil yang mengalami pembengkakan di kaki, sakit kepala, keluhan di ulu hati serta keluhan-keluhan lainnya akan mendapat tinjauan ulang sebelum menerima vaksin. Hal yang perlu diperhatikan adalah ibu hamil dengan usia kehamilan 13 minggu - 33 minggu saja yang dianjurkan untuk menerima vaksinasi Covid-19.

"Tentu untuk vaksin akan dilakukan skrining dengan hati-hati dan untuk vaksinasi bisa dilakukan pada kehamilan 13 minggu sampai dengan cukup bulan memang dianjurkan 33 minggu," tambah dr. Ari.

Tak hanya itu, bagi ibu hamil yang memiliki penyakit serius seperti masalah jantung atau diabetes, mereka harus dalam kondisi baik dan terkontrol oleh dokter. Sayangnya bagi ibu hamil yang tengah menjalani pengobatan autoimun disarankan untuk menunda vaksinasi hingga mendapat rujukan dari dokter yang bersangkutan.

Baca Juga: Jajal Vaksin Nusantara, Moeldoko Vaksinasi Covid-19 untuk Ketiga Kali

Terakhir, bagi ibu hamil yang memiliki riwayat alergi harus mendapatkan pelayanan khusus dan terkontrol dari fasilitas kesehatan terdekat. Tetapi jika setelah melakukan penyuntikan vaksin pertama dan ibu hamil mengalami reaksi alergi hebat disarankan untuk tidak melakukan vaksinasi dosis kedua.

Gea Yustika
Gea Yustika

Gea yustika is a reporter Lifestyle Channel at Limapagi, focusing on Fashion and Beauty.

Education: Major of Communication Studies at Sultan Ageng Tirtayasa University.

She has experience in the media industry. Started from being a content writer and a journalist. Not only focusing on Lifestyle or content writing, but she also has experience in data journalism.

She started her career as a content writer Lifestyle Channel at Kumparan. She also had a career at Tempo.co and Journocoders Indonesia.

 

KABAR LAINNYA

Discussion about this post

Welcome Back!

Login to your account below

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.