Viral Video Pisah Sambut Kapolres Rembang, Polda Jateng Beri Penjelasan

LIMAPAGI - Beredar di media sosial kegiatan pisah sambut Kapolres Rembang diduga melebihi ketentuan waktu PPKM Level 4. Video kegiatan yang digelar di pendopo Museum Kartini Rembang ini viral dan direspons oleh Polda Jawa Tengah.

Setidaknya ada tiga video pisah sambut Kapolres Rembang yang beredar di Facebook maupun grup perpesanan. Salah satu video diunggah akun Facebook Vivit Dina di berandanya.

Baca Juga: Polres Rembang Tindak Pedagang Bandel Langgar PPKM Darurat

Video singkat berdurasi 30 detik, memperlihatkan adanya sebuah perhelatan kegiatan di sebuah ruang pertemuan gedung yang berhiaskan kain merah putih di bagian plafon.

"Ini jam setengah sembilan gaez, terpantau di Pendopo Kabupaten Rembang masih ramai, acara baru dimulai, ok. Acara hampir jam sembilan malam. Sedangkan rakyat cari makan susah gaez. Di Alun-alun, semua outlet, semua toko wajib jam delapan malam sudah tutup. Tapi ini di pendopo masih ramai," tutur seorang wanita di video tersebut.

Dalam postingannya, akun FB Vivit Dina juga menyertakan keterangan semacam surat terbuka yang ditujukan kepada Kapolres Rembang.

"Dear pak kapolres,,
Janganlah lagi pedagang kecil disemprot2 pake air, dibeli saja dagangannya...
Kemudian di tengah PPKM level 4, hati sy sedih ketika jalan ditutup penjual tidak bisa berdagang, bapak dan anggota menikmati pesta.
Level 4 memang benar2 pedesnya kebangetan bagi kami...."

Postingan tersebut mendapat reaksi dari netizen yang mayoritas menyayangkan kegiatan itu. Sebab, saat ini tengah berlaku pembatasan aktivitas masyarakat, PPKM Level 4.

"Ini harus bagaimana.. kalau pedagang atau ijin pentas seni masih belum di izinkan tapi pak polisinya kok bikin acara tersebut.. iya pakai masker betul,tapi ... kalau izin pentas di bolehkan dan pakai masker gimana kira" apa masih di tindak lanjuti apa enggak cuma itu buk.. 
#KeadilanSosialBagiSeluruhRakyatIndonesia ini dimana... saya ikut prihatin buat semakin sengsaranya masyarakat kecil," tulis akun Bagus Purwanto disertai emoticon sedih.

Terpisah, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Iqbal Alqudusy meminta semua pihak untuk melakukan cek dan ricek lebih dulu sebelum menyebarkan informasi tersebut. Sehingga tidak terjadi kegaduhan informasi di ranah publik

"Saya meminta kepada masyarakat dan juga semua pihak, supaya jangan langsung percaya dengan informasi yang beredar sekarang ini, lakukan cek da ricek terlebih dahulu, jangan langsung percaya begitu saja," kata dia.

Menurut Iqbal, isi dalam video tersebut tidak benar dan membuat kegaduhan di masyarakat. Dari Pemkab Rembang selaku penyelenggara kegiatan, menyebutkan acara tersebut direncanakan selesai pukul 20.00 WIB, namun diakui sedikit molor dari jadwal.

Iqbal juga menyatakan kegiatan tersebut hanya mengundang 12 orang tanpa adanya hiburan dan tanpa jamuan makan.

"Usai acara pukul 20.30 WIB, mereka langsung bubar dan tidak ada pesta, ataupun sampai larut malam," ujarnya.

Ditambahkan, sebelumnya Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi telah meminta jajarannnya, untuk tidak melakukan perayaan terkait pergantian jabatan kapolres di wilayah masing-masing.

"Kapolda Jateng juga sudah menekankan sebelumnya saat sertijab kemarin, kepada semua kapolres, agar tidak melaksanakan pesta apapun, cukup acara pisah sambut bagi kapolres yang baru saja. Kapolda minta kapolres baru langsung action," beber dia.

Baca juga: Perpanjangan PPKM Level 4, Penyekatan Jalan di Rembang Tak Berubah

Pernyataan serupa juga disampaikan oleh Kabag Prokompim Setda Rembang, Arief Dwi Sulistya. Menurut dia acara yang digelar pada Rabu malam, 28 Juli 2021 tersebut merupakan tradisi di Rembang ketika terjadi pergantian pejabat Kapolres Rembang.

"Kalau dilihat dari catatan kami, tamu undangan itu ada 20, Forkopimda 9, ditambah sekda beserta istri, karena ada yang tidak hadir, itu undangan hanya 20. Kemudian acara digelar di undangan yang diagendaka akan dimulai 18.30 WIB sampai dengan 20.00 WIB malam, ternyata sedikit molor waktu saja," papar Arief

Arief juga memastikan acara selesai sekira pukul 20.30 WIB, molor dari jadwal semula, pukul 20.00 WIB. 

KABAR LAINNYA

Discussion about this post