Catut Model Cantik, Tipu Rayu Pria di Bandung Raup Ratusan Juta

LIMAPAGI - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jabar berhasil menangkap DK (40) yang berhasil menipu korban ratusan juta rupiah sebagai model wanita.

Dalam melancarkan aksinya, pelaku yang merupakan seorang pria menggunakan nama inisial SH, yang tak lain adalah nama istrinya sendiri. Dalam bujuk rayunya pelaku juga menggunakan foto yang diambil dari media sosial model Ulva Riani.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Erdi A Chaniago, mengatakan peristiwa bermula saat DK, berkenalan dengan korban berinisial AK pada tahun 2020 lewat media sosial. 

Keduanya sangat bergelora berkomunikasi hingga bertukar nomor aplikasi WhatsApp.

"Dari komunikasi tersebut pelaku tidak pernah menunjukkan siapa sebenarnya," ucap Erdi saat ungkap kasus di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Selasa 29 Juni 2021.

Erdi menuturkan, setelah berhasil dekat dengan korban. Pelaku DK kemudian mulai berani meminjam uang korban.

Saat kejadian, pelaku mengaku membutuhkan uang kepada korban untuk berbisnis dan membeli sebuah kendaraan roda empat.

Korban pun akhirnya terbujuk oleh rayuan DK. Uang sebesar Rp. 250 juta pun diberikan kepada pelaku oleh korban secara bertahap sebanyak tiga kali.

"Pelaku tersebut sudah meningkat untuk meminjam atau meminta uang dengan alasan untuk keperluan bisnis kemudian rencananya juga ada keinginan membeli mobil," ungkap Erdi.

Lebih lanjut, Erdi menyebutkan, selama menjalin komunikasi, DK selalu menghindari telfon video dari korban. Dengan berbagai alasan, akhirnya korban percaya begitu saja.

Namun, lanjut Erdi, untuk menyiasati kecurigaan korban, pelaku memberikan sejumlah video tiktok dengan nama akun ulvariani. Korban yang merasa curiga dengan aksi pelaku kemudian melaporkannya ke polisi.

"Dia tunjukkan lagi video tersebut dengan gambar yang lain saya lagi nyanyi dan sebagainya tapi belum pernah menunjukkan siapa pelaku sebenarnya," tuturnya.

Akhirnya, korban pun mulai curiga dan melaporkan kasus tersebut kepada kepolisian. Berdasarkan hasil penyelidikan, akhirnya terungkap bahwa pelaku bukanlah seorang wanita melainkan pria.

Adapun uang yang diterima pelaku dari korban digunakan untuk membeli ponsel hingga berjudi. Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengaku baru pertama kali melakukan aksinya.

"Setelah mendapatkan uang, uang itu dipakai untuk berfoya-foya," pungkas Erdi.

Akibat perbuatannya, pelaku disangkakan Pasal 51 ayat 1 juncto Pasal 35 UURI Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UURI Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan Pasal 378 KUHP dan diancam pidana maksimal 12 penjara.
 

KABAR LAINNYA

Discussion about this post