LRT Jabodebek Bakal Beroperasi 2022, Pemasaran TOD Bakal Terdongkrak

LIMAPAGI - LRT Jabodebek tahap I yang akan dioperasikan pada tahun 2022 dinilai dapat mendorong pemasaran properti transit oriented development (TOD).

Direktur Utama PT Adhi Commuter Properti (ADCP) mengatakan, potensi TD masih sangat menarik untuk ke depannya. Terutama bagi end user maupun investor. Bahkan, potensi dari trafik LRT Jabodebek diyakini dapat menghidupkan area-area TOD ke depannya.

Baca Juga: Sektor Properti Dinilai Masih Bergantung Stimulus Pemerintah di 2022

"Pertumbuhan marketing sales kami semakin positif ke depan sampai dengan saat ini, kita memiliki momentum besar di tahun ini dengan (akan) beroperasinya LRT Jabodebek Tahap 1 dan ini tentunya kami bisa yakini mendorong pemasaran untuk produk-produk LRT City ke depan," ujar Rizkan Firman mengutip antaranews, Rabu, 12 Januari 2022.

Saat ini ADCP memiliki 11 proyek yang tersebar di Jabodetabek, dan 7 di antaranya berada di titik stasiun LRT Jabodebek (tahap I).

Adapun proyek, ADCP meliputi LRT City Bekasi – Eastern Green, LRT City Bekasi – Green Avenue, LRT City Jatibening, LRT City MTH, LRT City Tebet, LRT City Ciracas, LRT City Sentul, Adhi City Sentul, serta Member of LRT City - Grand Central Bogor, Member of LRT City - Cisauk Point, Member of LRT City - Oase Park.

Sebelumnya VP Public Relations KAI Joni Martinus mengatakan bahwa LRT Jabodebek akan dioperasikan menggunakan sistem Communication-Based Train Control (CBTC) dengan Grade of Automation (GoA) level 3.

Baca Juga: Ekonomi Mulai Pulih, Sektor Properti Tahun 2022 akan Bergeliat?

Sistem operasi GoA 3 pada LRT Jabodebek direncanakan pertama kali diuji coba secara terbatas pada Juni 2022 dan akan terus diujicobakan hingga rencana peresmian LRT Jabodebek pada 17 Agustus 2022.

Pengoperasian kereta dengan sistem CBTC GoA 3 yang digunakan pada LRT Jabodebek juga telah diterapkan di belahan dunia lainnya seperti Amerika Serikat, China, Jepang, Singapura, Spanyol, Inggris, dan Brasil.

KABAR LAINNYA