PDIP Minta Anies Tak Cari Kambing Hitam Antisipasi Banjir Jakarta

LIMAPAGI - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan diminta untuk terus berupaya di tengah banjir yang belum menggenang di Ibu Kota. Anies diharapkan serius mengantisipasi banjir dengan tidak mencari kambing hitam.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan (PDIP) Jakarta, Ronny Talapessy dalam menanggapi pernyataan Anies saat menggelar apel kesiapsiagaan menghadapi musim hujan di Monumen Nasional (Monas).

Baca Juga: Mulai 16 Oktober, Polda Metro Jaya Izinkan Pesepeda Melintas di Sudirman-Thamrin

Dalam sambutannya, Anies menyebut titik-titik banjir di Jakarta akan sulit diprediksi karena efek perubahan iklim yang terjadi.

"Ini bagi saya terlihat seperti upaya ngeles terbaru dari seorang Gubernur yang tidak serius mengurus banjir di Jakarta. Anies jauh-jauh hari sudah seperti menyiapkan kambing hitam," kata Ronny dalam keterangan tertulis, Minggu, 17 Oktober 2021.

Ronny juga menyoroti pernyataan Anies yang justru sibuk menghitung curah hujan. Menurutnya, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu lagi-lagi mencoba menyalahkan jumlah air yang jatuh ke bumi.

"Ini sama saja Anies hendak mengatakan, 'wahai air hujan, please jangan turun banyak-banyak dong," sindirnya.

Baca Juga: Anies soal Penataan Kampung Tanah Merah: Hilangkan Kumuhnya, Bukan Kampungnya

Ia menilai, pernyataan Anies tersebut tentu saja mengecewakan publik. Alih-alih merealisasikan langkah kongkrit mengatasi banjir, Anies justru terlalu banyak berteori.

Menurut Ronny, ketimbang mengukur tingginya curah hujan, akan lebih baik bila Gubernur berfokus untuk membenahi saluran pembuangan atau drainase.

"Dari dulu Pak Anies suka berteori soal hujan, tapi solusinya juga tidak ada," katanya.

Ronny menyebut sejumlah program yang digaungkan Anies pun sejauh ini tidak terealisasikan, diantaranya soal sumur serapan dan program naturalisasi.

"Sumur resapan yang jadi teori dan program beliau juga sampai sekarang tidak berlanjut. Teori naturalisasi sungai mengikuti contoh yang ada di luar negeri sampai sekarang juga tidak ada," ujarnya.

KABAR LAINNYA

Discussion about this post