Menteri Sandiaga Targetkan 8.500 Pengusaha Pariwisata Bakal Disertifikasi

LIMAPAGI - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) memastikan bahwa pada 2021 ini sertifikasi Clean, Health, Safety, and Environment (CHSE) akan kembali digaungkan. Di mana, dengan menargetkan sebanyak 8.500 sertifikasi yang siap diberikan kepada pelaku usaha sektor pariwisata di Tanah Air.

Menparekraf Sandiaga Uno menjelaskan, demi meningkatkan konsep Indonesia Care, Bali akan mendapat jatah sebanyak 1.200 sertifikasi CHSE.

"Sertifikasi CHSE ini baru kita kick off lagi tahun lalu ada sekitar 7.000 tahun ini kita tingkatkan 8.500," kata Sandi dalam diskusi virtual yang bertajuk Menata Wisata Daerah Menuju Pemulihan, pada Selasa, 29 Juni 2021.

Dalam paparannya, Sandi mengatakan bahwa, pemberian sertifikasi CHSE untuk sektor pariwisata merupakan upaya pemerintah untuk menekan pandemi Covid-19 melalui proses sertifikasi kepada usaha pariwisata, destinasi pariwisata, dan produk pariwisata lainnya.

"Memberikan jaminan kepada wisatawan terhadap pelaksanaan kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan," jelas dia.

Di sisi lain Founder & Ekonom Senior Core Indonesia Hendri Saparini, meyakini, sektor pariwisata merupakan sektor yang paling cepat untuk pulih ketika dihantam berbagai serangan dampak dari pandemi Covid-19 yang menghantam perekonomian Indonesia.

"Ini justru timing yang paling tepat, untuk menata pariwisata, mengapa demikian bahwa kita tahu sebenarnya pariwisata itu adalah sektor yang bisa recover dengan cepat," ucap Hendri.

Sektor pariwisata, dinilai oleh Hendri, sebagai sektor yang memiliki keunggulan lain, dibanding sektor lainnya, yang membutuhkan lebih banyak waktu untuk kembali pulih.

"Karena sektor pariwisata sangat flexibel, bisa membuka pariwisata yang apapun, karena memang sifatnya bukan industri manufaktur. Kalau industri manufaktur dia harus ada persiapan, harus menyiapkan SDM kemudian juga dukungan infrastruktur," jelas dia.

KABAR LAINNYA

Discussion about this post