Sandiaga Uno Usung Empat Ide Brilian Pulihkan Ekonomi Kreatif

LIMAPAGI – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menjelaskan empat pilar utama yang dijalankan oleh Kemenparekraf dalam melakukan pemulihan terhadap sektor ekonomi kreatif di tengah himpitan krisis pandemi Covid-19.

“Ekonomi kreatif ini agak sedikit lebih baik dibandingkan pariwisata karena ada adaptasi yang dilakukan secara cepat oleh pelaku usaha di ekonomi kreatif. Ada 17 subsektor tapi kita utamakan 4 pilar,” kata Sandi dalam diskusi virtual yang bertajuk Menata Wisata Daerah Menuju Pemulihan, pada Selasa, 29 Juni 2021.

Adapun pilar utama yang dijalankan oleh Kemenparekraf yaitu dengan melakukan peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) ekonomi kreatif.

Peningkatan tersebut ditempuh lewat pendampingan serta inkubasi, pengembangan center of excellence, dan bimbingan teknis melalui pelatihan atau webinar.

Kemudian, melakukan peningkatan usaha, insentif, akses permodalan dan infrastruktur.

Adapun program yang dijalankan dengan memberikan insentif dan akses permodalan, matchmaking dan temu bisnis, pengembangan atau revitalisasi ruang kreatif dan pengembangan kabupaten/kota kreatif.

“Pertama kita tingkatkan SDM ekonomi kreatif, terutama capacity building-nya. Setelah itu kita bangun usaha melalui insentif, akses permodalan, dan pembangunan infrastruktur ekonomi kreatif,” sambung dia.

Selanjutnya, melalui perluasan pasar produk dan jasa ekraf, dengan program yang meliputi Gerakan Nasional atau Gernas Bangga Buatan Indonesia.

Ada pula kampanye #BeliKreatifLokal, pemasaran produk ekraf di dalam dan luar negeri, serta perlindungan dan komersialisasi kekayaan intelektual.

Berikutnya yang terakhir, melalui inovasi produk dan jasa kreatif dengan program unggulan berupa, fasilitas hibah desain, hibah gerai, serta pengembangan sistem manajemen kolektif digital.

Tak kalah pentingnya, orang nomor satu di Kemenparekraf itu juga mengupayakan transformasi digital pelaku ekraf, dan apresiasi kreasi Indonesia.

“Covid-19 ini memaksa kita meningkatkan inovasi dan akses pasar sehingga kita melihat pasar-pasar yang selama ini tidak tersentuh, dan terakhir terus mendorong inovasi produk dan jasa kreatif,” pungkasnya.

KABAR LAINNYA

Discussion about this post