Terlalu Banyak Booster Vaksin Covid-19 Lemahkan Imunitas? Ini Kata Ahli

LIMAPAGI - Vaksin booster Covid-19 sudah resmi diberikan pemerintah untuk masyarakat Tanah Air per 12 Januari 2022 kemarin. Program ini bertujuan untuk memberikan perlindungan ekstra dari virus Covid-19. Apalagi mengingat saat ini kasus sedang melonjak akibat adanya varian baru Omicron.

Selain itu, efek dari vaksin suntikan kedua pun akan mengalami penurunan dengan interval bervariasi setelah kurun waktu enam bulan. Itulah mengapa vaksin booster dianggap perlu.

Baca Juga: Cek, Ini Efek Samping dari 5 Vaksin yang Disetujui BPOM Jadi Booster

Meski demikian, European Medicines Agency (EMA) berpendapat, booster vaksin Covid-19 bukan menjadi cara tepat untuk menangani pandemi.


Alih-alih sebagai perlindungan tubuh terhadap virus, vaksin booster justru dianggap dapat memengaruhi respons kekebalan manusia.

Kepala EMA, Marco Cavaleri menegaskan, booster vaksin hanya bisa dilakukan maksimal dua kali.

"Dapat dilakukan sekali atau mungkin dua kali, tapi itu bukan sesuatu yang kami pikir harus diulang terus-menerus," ujar Marco, melansir dari Precision Vaccinations, Sabtu, 15 Januari 2022.

Dalam laporannya, Marco mengungkapkan bahwa suntikan booster setiap empat bulan dapat melemahkan sistem kekebalan dan membuat penerimanya menjadi lelah.

Baca Juga: Suntik Booster Dimulai di Jakarta, Warga KTP Non-DKI Bisa Vaksinasi

Pendapat ini muncul setelah beberapa negara, seperti Israel telah memberikan booster vaksin kedua kepada warga berusia di atas 60 tahun.

Marco berharap, tindakan booster vaksin harus lebih dipikirkan lebih dalam dari pihak tertentu.

"Kita perlu memikirkan bagaimana kita dapat bertransisi dari situasi pandemi saat ini ke situasi yang lebih endemik," pungkasnya.

View this post on Instagram

A post shared by Limapagi (@limapagi.ig)

KABAR LAINNYA