Efek Pandemi Covid-19, APPI Kirim Surat Terbuka ke Jokowi

LIMAPAGI - Kepastiaan berjalannya Liga 1 dan Liga 2 musim 2021-2022 masih belum terang. Pemerintah Indonesia masih memperpanjang kebijakan PPKM hingga 2 Agustus 2021.

Otomatis, kegiatan sepak bola juga belum bisa mulai. Hal itu membuat PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) Dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) merancang sepak mula kompetisi mundur hingga 28 Agustus 2021.

Kondisi tersebut membuat pesepak bola Indonesia merasakan efek domino dari pandemi Covid-19 dan kebijakan Pemerintah Indonesia.&

Tak heran, APPI (Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia) mengirim surat terbuka kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Surat tersebut berisikan kegelisahan para pesepak bola Indonesia. Salah satunya ialah pemotongan gaji dan pemutusan kontrak sepihak.

“Bapak Presiden yang kami hormati, izinkan para pesepak bola profesional Indonesia menyampaikan kegelisahan kami selama 16 bulan ini karena tidak adanya kompetisi sepak bola.”

“Apa artinya jika 16 bulan ini tidak ada penghasilan, terlebih teman-teman kami yang berada di Liga 2. Pemotongan gaji dengan besaran fantastis serta pemutusan kontrak sepihak,” tulis APPI.

APPI lebih lanjut menggambarkan bahwa para pesepak bola berharap liga segera bergulir sehingga mereka kembali bermain dan mendapatkan penghasilan sesuai.

Soalnya, pesepak bola telah sejak lama menggantungkan hidup pada bal-balan. Karena itu, mereka sangat bergantung dengan bergulirnya kompetisi.

“Bapak Presiden yang kami hormati, kami memang sangat ingin kompetisi bisa berjalan kembali. Namun, tetap dengan mengutamakan kesehatan.”

“Ksiap untuk menyukseskan agenda kampanye Pemerintah untuk menangani pandemi Covid-19. Bapak Presiden, kami merindukan aksi Bapak menendang kick-off pembuka liga,” lanjut surat tersebut.

KABAR LAINNYA

Discussion about this post